Sementara itu, Jenderal Sudirman lebih ingin menggunakan strategi dan taktik politik dengan perjuangan bersenjata.
Pandangan politik Jenderal Soedirman ini sama dengan Tan Malaka, sehingga keduanya sama-sama bersatu dalam barisan melawan tentara Belanda.
Perbedaan politik antar-elite tersebut memuncak hingga melatarbelakangi terjadinya peristiwa kudeta pada 3 Juli 1946.
Saat itu, organisasi Persatuan Perjuangan bersama dengan para simpatisannya menculik Syahrir dan para anggota Kabinet yang lainnya.
Peristiwa kudeta 3 Juli 1946 ini akhirnya bisa diselesaikan oleh pemerintah, dimana Tan Malaka di tangkap dan dijebloskan ke penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Viral di X! Akhirnya Terungkap Sosok di Balik Lebah Ganteng, 'Pahlawan' Penerjemah Film di Tanah Air! Ternyata Sudah Vakum?
Tak Banyak yang Tahu, 2 Tokoh PKI Ini Bergelar Pahlawan hingga Salah Satunya Dimakamkan di TMP Kalibata, Siapa Saja?
Satu-Satunya, Inilah Tokoh PKI yang Dimakamkan di TMP Kalibata hingga Bergelar Pahlawan Nasional, Siapa?
Karena Jasa Besarnya pada Imlek dan Etnis Tionghoa, Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Bedah Buku ‘Kiai Militer Pengawal ldeologi NKRl Berbasis Pesantren’, KH M Yusuf Hasyim Diajukan Pahlawan Nasional