Kamis, 4 Juni 2026

Bedah Buku ‘Kiai Militer Pengawal ldeologi NKRl Berbasis Pesantren’, KH M Yusuf Hasyim Diajukan Pahlawan Nasional

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 3 Februari 2025 | 20:30 WIB
Pemateri sedang menyampaikan pemaparannya. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)
Pemateri sedang menyampaikan pemaparannya. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Nama pengasuh Pesantren Tebuireng periode 1965-2006 KH M Yusuf Hasyim diusulkan menjadi pahlawan nasional. Kiprah, perjuangan dan pengabdian panjang sudah diberikan sejak masa penjajah hingga orde reformasi.

Tidak hanya di dunia militer. Tapi juga di politik, sosial, kenegaraan, pendidikan dan dunia pesantren.

Hal itu menjadi kesimpulan seminar dan bedah buku Biografi KH M Yusuf Hasyim, Kiai Militer Pengawal ldeologi NKRl Berbasis Pesantren , Senin 3 Februari 2025. Sedikitnya diikuti 250 peserta pada acara yang berlangsung di aula lantai 3 gedung KH M Yusuf Hasyim, kompleks Ponpes Tebuireng Jombang.

Baca Juga: Upaya LTN MWCNU Rejoso Nganjuk Terbitkan Buku Tokoh Kyai Kampung, Datangi LTN Diwek Jombang Bangun Kerjasama

Hadir sebagai narasumber adalah penulis buku Aguk Irawan dari Yogyakarta. Sebagai pembanding Prof Usep Abdul Matin dari UIN Syahid Jakarta dan KH Asep Saefudin Halim, ketua umum PP Pergunu. Sedangkan Menteri Kebudayaan Rl Fadli Zon hadir secara virtual.

Acara dihadiri Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansah, Bupati Jombang terpilih Warsubi, Asisten 3 Jawa Timur Akhmad Jazuli, Kepala Dinas Sosial Jatim, Sekretaris Dinas Sosial Jombang Hidayatullah. Termasuk juga para akademisi dan perwakilan berbagai organisasi massa.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz menegaskan banyak sejarah dari setiap pengasuh Tebuireng.

Baca Juga: PMII Jombang Siap Kawal RPJM: Sorotan terhadap Konsistensi Pemerintahan dan Visi Kepemimpinan Baru

"Terlebih KH Yusuf Hasyim yang menjadi pengasuh sejak 1965 sampai 2006," ujarnya.

Membaca sejarah, baginya, sangat penting.

"Tapi mencetak sejarah itu juga lebih penting," imbuhnya.

Gus Kikin, panggilan akrabnya, berharap diskusi hari ini bisa membedah berbagai peran KH Yusuf Hasyim.

"Sehingga perlu dihargai peran itu, baik oleh pemerintah maupun kalangan pesantren," ujarnya.

Baca Juga: IPNU-IPPNU Jombang Gelar Makesta, Bersiap Cetak Kader Terbaik

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X