Minggu, 19 Juli 2026

Terbiasa Menulis Buku dan Opini, Guru PAI SMAN 1 Jombang Ini Dinobatkan Sebagai Guru Teladan Literasi Tingkat Provinsi

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Desember 2024 | 14:33 WIB
Mukani (kiri) menerima piagam penghargaan sebagai juara 1 guru teladan literasi jenjang SMA dari Kanwil Kemenag Provinsi Jatim melalui Kasi PAI Kemenag Jombang Syaiful Bahri. (SketsaNusantara/Asad Choiruddin)
Mukani (kiri) menerima piagam penghargaan sebagai juara 1 guru teladan literasi jenjang SMA dari Kanwil Kemenag Provinsi Jatim melalui Kasi PAI Kemenag Jombang Syaiful Bahri. (SketsaNusantara/Asad Choiruddin)

SketsaNusantara.idPrestasi membanggakan diukir Mukani, guru SMAN 1 Jombang. Dia dinobatkan sebagai guru teladan literasi tingkat Jawa Timur.

Kegiatan ini digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Penyerahan piagam penghargaan diwakili Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Senin 2 Desember 2024, sore.

Prestasi ini makin melengkapi torehan yang sudah diraih. Mulai juara 1 tingkat nasional penulis esai guru (2021), juara 1 tingkat nasional penulis artikel jurnal ilmiah (2012), juara 1 tingkat kabupaten penulis buku (2022), juara 1 tingkat kabupaten penulis opini (2015) dan juara 2 tingkat kabupaten guru berprestasi.

Baca Juga: Pendidikan Gus Miftah Jadi Sorotan Publik Usai Video Mengejek Pedagang Es Teh Viral, Ternyata Pernah Tak Selesai Kuliah Gegara Ini

Kasi PAI Syaiful Bahri, M.Si. mengapresiasi torehan prestasi ini.

“Karena tradisi membaca dan menulis, terutama menerbitkan buku, masih sangat langka dijumpai di kalangan guru,” ujarnya.

Pria berkacamata ini berharap para guru di Jawa Timur bisa meneladani sosok Mukani.

“Terutama di bidang peningkatan literasi dalam mempublikasikan karya di kalangan guru,” imbuhnya.

Baca Juga: Junjung Prinsip Terbuka, KPU Kabupaten Kediri Siarkan Langsung Kegiatan Rekapitulasi Pilkada 2024

Ditemui di tempat tugasnya, Mukani menjelaskan tidak banyak persiapan. Padahal seluruh kontestan harus mengirim data karyanya.

“Makanya yang saya serahkan hanya 32 judul buku ber-ISBN dan 29 judul artikel jurnal terakreditasi Sinta,” ujarnya kepada SketsaNusantara.id, Selasa 3 Desember 2024.

Dirinya mengaku baru data-data itu yang ditemukan. Padahal, tambah dia, tulisan opini di media massa sudah lebih dari 167 artikel.

Baca Juga: Bukan Sembarangan, Inilah 14 Tugas Mediator dalam Proses Mediasi hingga Harus Punya Sertifikat dari Mahkamah Agung

“Mengingat waktunya sudah mepet, daftar seadanya saja dulu,” pria asal Kabupaten Nganjuk ini.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X