SketsaNusantara.id - Suasana ruang pertemuan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Jombang siang itu terlihat riuh. Peserta pertemuan sedang memegang gawai masing-masing. Sebagian, para peserta tampak dipandu petugas untuk mengisi formulir elektronik yang tersedia di smartphone mereka. Sembari bertanya kepada petugas, tangan mereka tampak aktif mengoperasikan HP.
Di ruang Graha Wiyata Praja DPMD tersebut, mereka yang berkumpul adalah pengurus inti BumDesa (Badan Usaha Milik Desa). Sebanyak 50 orang hadir untuk mengikuti acara sosialisasi dan pengenalan platform pemberdayaan digital serta program pemberdayaan desa.
Kabid Pemberdayaan Ekonomi DPMD Pemkab Jombang, Nur Hasanah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama dengan BRI. Dalam acara itu, kata Hasanah, membahas terkait pencatatan laporan keuangan bagi pengurus BumDesa. “Kita ajari membuat pencatatan laporan keuangan,” ungkap Hasanah, Selasa pekan lalu.
Diakuinya, sebagian besar pengelolaan keuangan di BumDesa belum dilakukan dengan benar. Adanya kerjasama ini, sambung perempuan berkacamatan tersebut, dapat mempermudah para pengurus BumDesa dalam menata keuangannya secara tertib.
“Selama ini pencatatan keuangan mereka belum dilakukan dengan baik,” katanya.
Menurut Hasanah, pemberdayaan digital ini sangat penting bagi pelaku usaha termasuk BumDesa. Dia memberi alasan, di zaman sekarang transaksi keuangan lebih diutamakan pada digitalisasi.
“Zaman sekarang mana ada yang pakai tunai. Hampir semua dunia usaha sudah mulai menerapkan pembayaran dengan digital. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan itu bisa ketinggalan,” ujar Hasanah.
Ia berujar, sebelum dengan BRI, pihaknya juga mendatangkan pihak ketiga seperti BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi), STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara). Dijelaskan, selain memberikan informasi mengenai digitalisasi keuangan, pertanggungjawaban juga tak kalah penting.
“Digitalisasi keuangan tidak bisa dihindari. Namun penting juga mengenai pertanggungjawaban atas uang yang mereka gunakan,” ucapnya.
Namun, untuk memberi pemahaman kepada pengurus BumDesa, pihaknya tidak bisa mendatangkan keseluruhan pengurus yang ada di Kabupaten Jombang. Bidang yang dinaunginya hanya menguncang beberapa pengurus. Meski demikian, Hasanah menambahkan, ia berharap bagi pengurus yang terundang dan mendapat informasi langsung, mereka dapat menularkan kepada pengurus lainnya.
“Kita pilih di setiap kecamatan. Harapannya yang kita undang itu bisa mengajari temannya sesama pengurus BumDesa,” pungkas dia.
Artikel Terkait
Hadir di FLOII Expo 2025, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Hijau Lewat Digitalisasi Transaksi