Sabtu, 1 Agustus 2026

Mengenang Nasirun: Perjalanan Hidup Sang Maestro Seni yang Karyanya Mendunia, Kini Telah Berpulang di Usia 60 Tahun

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Potret Nasirun, maestro seni lukis kontemporer yang telah berpulang di usia 60 tahun (Instagram/jogjanationalmuseum)
Potret Nasirun, maestro seni lukis kontemporer yang telah berpulang di usia 60 tahun (Instagram/jogjanationalmuseum)

SketsaNusantara.id - Indonesia kehilangan kehilangan salah satu putra terbaiknya. Nasirun, seniman kenamaan asal Cilacap, Jawa Tengah dikabarkan telah meninggal dunia pada usia 60 tahun.

Maestro seni lukis kontemporer yang dikenal dengan kepribadiannya yang sangat hangat, ramah, dan rendah hati itu mengembuskan napas terakhir pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026 di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta.

Kabar duka ini seketika mengejutkan publik yang meninggalkan duka mendalam bagi semua orang yang mengenal Nasirun. Ucapan belasungkawa beredar luas di media sosial, termasuk Mahfud MD yang ikut berduka atas kepergian Nasirun.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Raden Saleh, Maestro Legendaris Pelopor Seni Modern Indonesia, Karya Lukisannya Mendunia hingga Tampil di MV Jin BTS!

"Innalillahi wa innailaihi raji'un. Sahabat baik saya, perupa Nasirun wafat hari ini tanggal 1 Agustus 2026. Selamat jalan sahabat, semoga anda masuk ke surga-Nya sebagai balasan atas amal baikmu," tulis Mahfud MD dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun X @mohmahfudmd.

Kepergiannya menjadi kehilangan bagi dunia seni rupa Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai perupa senior yang dikenal melalui karya-karyanya yang memadukan imajinasi serta mitologi Jawa dan juga mengandung kritik sosial di dalamnya.

Profil Nasirun: dari Cilacap Menuju Panggung Dunia

Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1 Oktober 1965 dengan nama asli Masyhuri, Nasirun mengawali perjalanan seninya dari tempat yang sederhana.

Nasirun memiliki ketertarikan pada dunia seni, meski tidak lahir dari keluarga seniman. Sejak kecil, ia sangat menyukai wayang kulit, bukan hanya dari sisi cerita namun juga dari bentuk ornamen dan warnanya.

Ia kemudian merantau ke Yogyakarta pada tahun 1983 dan memperdalam bakat seninya dengan menempuh pendidikan di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta jurusan Kriya Batik dan Seni Murni.

Baca Juga: 5 Karya Arsitektur Bung Karno pada Bangunan Legendaris di Indonesia dan Masih Ada hingga Kini, Warisan Sejarah Sang Proklamator

Keinginannya untuk mengeksplorasi seni rupa lebih jauh membawanya masuk ke Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tempat ia menyelesaikan studinya pada tahun 1994.

Yogyakarta tak hanya menjadi tempatnya menimba ilmu, tetapi juga rumah tempat ia mengakar dan berkarya sepanjang hidupnya.

Perjalanan Hidup & Karya Seni Nasirun yang Mendunia

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X