Sementara, salah satu peserta, Sekretaris BumDesa Sumber Makmur Jogoloyo, Didik Hermanto tampak antusia mengikuti kegiatan tersebut. Warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito ini mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pengurus BumDesa.
“Ini sangat bermanfaat bagi kami. Diajari cara pembukuan keuangan yang benar. Pembelajaran yang disampaikan BRI mudah, karena tidak manual. Tetapi menggunakan aplikasi yang tesedia. Sehingga kita tidak kesulitan saat mengerjakan,” ujar Didik.
Didik menyebutkan, selain menerima pembelajaran pelaporan keuangan secara digital, juga dikenalkan dengan aplikasi pembayaran melalui QRIS.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Ultra Mikro BRI RO Surabaya, Wahyu Hindriana Dewi mengatakan, BRI memiliki aplikasi digital BumDesa. Mereka, ujar perempuan yang akrab disapa Bu Mona ini, kalau ada transaksi, pembukuannya menggunakan aplikasi BumDesa.
Baca Juga: Mengapa Disebut Bulan Suro? Menelusuri Makna, Sejarah, dan Kaitannya dengan Tahun Baru Jawa
“Aplikasi ini memisahkan laba, rugi, neraca, dan hasil akhirnya adalah laporan keuangan,” terang Bu Mona.
Dia menambahkan, aplikasi yang disediakan BRI itu sudah lama. Namun, uangkapnya, penggunanya masih minim.
Melalui sinergi dengan DPMD Pemkab Jombang ini, pihaknya dapat mengenalkan secara masif aplikasi yang dirancang BRI kepada pengurus BumDesa.
Pada kesempatan tersebut, BRI juga mengenalkan usaha baru bagi pengurus BumDesa, yakni BRILink Agen. “Mereka dapat mengembangkan usaha baru seperti membukan BRILink Agen. Manfaatnya tentu menambah income,” pungkas perempuan berjilbab ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Hadir di FLOII Expo 2025, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Hijau Lewat Digitalisasi Transaksi