Kamis, 25 Juni 2026

Bukan Asal Bacok, Ternyata Ini Asal Usul hingga Makna Carok bagi Warga Madura, Tradisi Sejak Zaman Kerajaan?

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 November 2024 | 10:30 WIB
Asal usul tradisi carok di kalangan masyarakat Madura (YouTube Larasati Channel)
Asal usul tradisi carok di kalangan masyarakat Madura (YouTube Larasati Channel)

Hidrochin Sabarudin mengungkapkan, Carok dipilih jika suatu masalah tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kalau tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, ya jalan terakhir,” ujarnya seperti dikutip  dari kanal YouTube Gerbang Pulau Madura.

Prinsipnya, carok merupakan jalan terakhir yang dilakukan seseorang saat harga dirinya dipertaruhkan.

Baca Juga: Kemarau Panjang Pilih Berkelahi? Okol, Gulat Tradisional Asal Pamekasan, Cara Unik Orang Madura Memanggil Hujan

Ia juga mengatakan, tradisi Carok bukan hanya sebatan bacok-membacok seperti yang sering terjadi saat ini.

Ada sejumlah persiapan hingga syarat dalam menjadikan carok sebagai penyelesaian masalah.

Apalagi, tradisi Carok yang konon sudah ada sejak zaman pemerintahan Belanda ini baru berhenti ketika lawan mati.

Baca Juga: Di Mana Makam Trunojoyo? Seorang Bangsawan dari Madura yang Melakukan Pemberontakan Kepada Kerajaan Mataram

“Kalau zaman dulu, ceritanya kakek-kakek itu, iya (sampai mati),” ungkapnya lagi.

Sebelum melakukan Carok, ada sejumlah persiapan yang dilakukan mulai dari mandi besar hingga memiliki syarat-syarat khusus.

Bahkan, sebelumnya, seseorang yang menantang untuk Carok harus ‘sowan’ terlebih dahulu kepada para kyai.

Baca Juga: Siapa Pangeran Trunojoyo? Simak Kisah Perlawanan Tangguh Pahlawan Kebanggaan Madura yang Berani Menentang Penjajah

“Mereka itu dalam hal persiapannya itu sudah matang, minta syarat, memang terang-terangan ngomong ke pak Kyai,” tutur Hidrochin lagi.

Para Kyai pun biasanya menjadi mediator agar permasalahan bisa diselesaikan secara damai.

Selain itu, para dalam melakukan tradisi Carok juga terdapat 3 jimat yang harus dimiliki.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube Gerbang Pulau Madura

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X