SketsaNusantara.id - Menjelang Malam 1 Suro, perhatian masyarakat mulai tertuju pada prosesi Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Selain itu, publik juga turut memberikan atensi juga pada sosok Kebo Bule Kyai Slamet yang selalu menjadi bagian penting dari tradisi tersebut.
Malam 1 Suro sendiri merupakan penanda pergantian Tahun Baru Jawa yang bertepatan dengan datangnya bulan Sura, bulan pertama dalam kalender Jawa.
Di Surakarta, momentum ini diperingati melalui Kirab 1 Suro yang telah berlangsung secara turun-temurun sejak masa kerajaan.
Salah satu daya tarik utama kirab adalah kehadiran Kebo Bule Kyai Slamet yang berjalan paling depan sebagai cucuk lampah atau penuntun jalan.
Apa Itu Kebo Bule?
Meski sering disebut kebo bule, hewan tersebut sebenarnya merupakan jenis kerbau albino atau kerbau berwarna putih pucat.
Penampilannya yang berbeda dari kerbau pada umumnya membuat hewan ini mudah dikenali dan menjadi simbol khas Keraton Surakarta.
Dalam tradisi keraton, kebo bule tidak dipandang sebagai hewan biasa.
Dikutip dari laman resmi Perpusnas, hewan ini termasuk pusaka penting milik Keraton Kasunanan Surakarta.
Kehadiran kebo bule juga memiliki nilai historis dan budaya yang telah diwariskan selama beberapa generasi.
Artikel Terkait
Imlek cuma Ada di Indonesia? Asal Usul Sebutan Perayaan Tahun Baru Cina di Tanah Air, Ternyata Berkaitan dengan Orde Baru!
Asal Usul Kentang Mustofa, Menu Favorit Bung Karno yang Dulu Kerap Disajikan di Istana Cipanas, Kini Jadi Salah Satu Hidangan Lebaran
Asal-usul Opor Ayam yang Terhidang Saat Idul Fitri, Akulturasi Budaya India, Arab, dan Jawa dalam Tradisi Lebaran
Papuma Singkatan Apa? Ternyata Begini Asal Usul Nama Pantai Pasir Putih di Jember, Diambil dari Kata...
Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Ini Sejarah dan Asal-usul Kota Pahlawan yang Kini Berusia 733 Tahun
7 Fakta Kota Surabaya yang Berulang Tahun Setiap 31 Mei, Makna Nama hingga Asal Usul Julukan Kota Pahlawan