Meski demikian, pihak keraton terus mengingatkan masyarakat untuk menghormati tradisi sebagai bagian dari warisan budaya bukan semata-mata dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Hingga saat ini, Kebo Bule Kyai Slamet tetap menjadi salah satu simbol budaya yang melekat dengan Keraton Surakarta.
Tak heran jika setiap peringatan Malam 1 Suro, kemunculan Kebo Bule Kyai Slamet selalu menjadi momen yang paling ditunggu dalam rangkaian Kirab 1 Suro Keraton Surakarta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Imlek cuma Ada di Indonesia? Asal Usul Sebutan Perayaan Tahun Baru Cina di Tanah Air, Ternyata Berkaitan dengan Orde Baru!
Asal Usul Kentang Mustofa, Menu Favorit Bung Karno yang Dulu Kerap Disajikan di Istana Cipanas, Kini Jadi Salah Satu Hidangan Lebaran
Asal-usul Opor Ayam yang Terhidang Saat Idul Fitri, Akulturasi Budaya India, Arab, dan Jawa dalam Tradisi Lebaran
Papuma Singkatan Apa? Ternyata Begini Asal Usul Nama Pantai Pasir Putih di Jember, Diambil dari Kata...
Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Ini Sejarah dan Asal-usul Kota Pahlawan yang Kini Berusia 733 Tahun
7 Fakta Kota Surabaya yang Berulang Tahun Setiap 31 Mei, Makna Nama hingga Asal Usul Julukan Kota Pahlawan