Minggu, 19 Juli 2026

Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Ini Sejarah dan Asal-usul Kota Pahlawan yang Kini Berusia 733 Tahun

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 31 Mei 2026 | 09:10 WIB
Alun alun Kota Surabaya (surabaya.go.id)
Alun alun Kota Surabaya (surabaya.go.id)

SketsaNusantara.id - Pada tanggal 31 Mei 2026, Kota Surabaya memperingati hari jadinya yang ke-733.

Penetapan Hari Jadi Kota Surabaya sendiri merujuk pada peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal tersebut.

Tak sedikit masyarakat yang mengenal Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia sekaligus Kota Pahlawan.

Baca Juga: Kenapa Hari Kebangkitan Nasional Diperingati Tanggal 20 Mei? Sejarah Singkat Harkitnas dan Kaitannya dengan Budi Utomo

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sejarah berdirinya Surabaya berkaitan erat dengan lahirnya Kerajaan Majapahit dan kemenangan Raden Wijaya atas pasukan Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Surabaya, penetapan tanggal 31 Mei sebagai Hari Jadi Kota Surabaya berhubungan dengan pertempuran antara Raden Wijaya dan pasukan Mongol pada tahun 1293.

Kala itu, pasukan Mongol datang ke Pulau Jawa untuk menghukum Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari yang sebelumnya menolak tunduk kepada Kekaisaran Mongol.

Baca Juga: Wisata Religi di Tengah Kota Surabaya di Balik Gapura Majapahit dan Sumur Bertuah yang Ramai Peziarah

Namun saat armada tersebut tiba, Kertanegara telah gugur akibat serangan Jayakatwang dari Kediri.

Raden Wijaya yang merupakan menantu Kertanegara kemudian memanfaatkan situasi tersebut.

Ia menjalin kerja sama dengan pasukan Mongol untuk mengalahkan Jayakatwang.

Setelah berhasil menaklukkan Kediri, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol hingga akhirnya mereka terpaksa meninggalkan Jawa.

Baca Juga: 3 Wisata Gratis di Kota Surabaya, Dijamin Ikonik dan Bikin Liburan Jadi Kece

Kemenangan yang terjadi pada 31 Mei 1293 itu kemudian dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah Surabaya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X