Minggu, 19 Juli 2026

Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Ini Sejarah dan Asal-usul Kota Pahlawan yang Kini Berusia 733 Tahun

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 31 Mei 2026 | 09:10 WIB
Alun alun Kota Surabaya (surabaya.go.id)
Alun alun Kota Surabaya (surabaya.go.id)

Peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari lahirnya Kerajaan Majapahit yang kelak berkembang menjadi salah satu kerajaan terbesar di Nusantara.

Selain berkaitan dengan peristiwa sejarah tersebut, nama Surabaya juga memiliki makna yang lekat dengan semangat perjuangan.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kota Surabaya, istilah Surabaya berasal dari kata "sura" yang berarti berani dan "baya" yang berarti bahaya.

Baca Juga: Tak Hanya Ikon Hari Perawat Internasional, Inilah Sosok Florence Nightingale Pengubah Sejarah Kesehatan Dunia

Secara harfiah, Surabaya dimaknai sebagai keberanian menghadapi segala ancaman dan bahaya yang datang.

Filosofi tersebut kemudian menjadi identitas masyarakat Surabaya yang dikenal memiliki karakter kuat dan pantang menyerah.

Nilai kepahlawanan itu juga tercermin dalam berbagai peristiwa sejarah, termasuk Pertempuran 10 November 1945 yang menjadikan Surabaya dikenal luas sebagai Kota Pahlawan.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa 8 Mei Dipilih Jadi Hari Palang Merah Internasional? Ini Sejarah Singkat yang Sering Terlewat

Tak hanya memiliki sejarah heroik, Surabaya juga berkembang sebagai kota pelabuhan penting sejak era Majapahit.

Dikutip dari laman Pemerintah Kota Surabaya, letaknya yang berada di pesisir utara Pulau Jawa menjadikan wilayah ini sebagai jalur perdagangan strategis yang menghubungkan berbagai daerah di Nusantara.

Memasuki masa kolonial Belanda, posisi Surabaya semakin penting sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan utama di kawasan timur Jawa.

Peran tersebut terus berkembang hingga kini, menjadikan Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan industri terbesar di Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X