Minggu, 19 Juli 2026

Sebelum Makamnya Ramai Jadi Tujuan Ziarah, Inilah Jejak Sunan Ampel dari Champa ke Surabaya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Jejak Sunan Ampel di masa awal dakwah. (Pexels/Ovais Ibn farooq)
Ilustrasi. Jejak Sunan Ampel di masa awal dakwah. (Pexels/Ovais Ibn farooq)

SketsaNusantara.id - Sunan Ampel dikenal sebagai salah satu tokoh Wali Songo dalam sejarah Islam Nusantara.

Makamnya berada di Kampung Ampel, Surabaya, dan hingga kini ramai diziarahi. Ia juga tercatat sebagai anggota tertua dalam dewan Wali Songo.

Dalam historiografi lokal, Sunan Ampel memiliki peran penting dalam dakwah Islam. Nama kecilnya adalah Raden Rahmat atau Imam Rahmatullah. Ia datang ke Jawa bersama saudara dan kerabat dari Champa.

Baca Juga: Amalan Sunan Ampel, Kyai Hasyim Asy'ari, hingga Gus Dur untuk Pembuka Aliran Rezeki yang Deras

KH Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo menyitir sumber Lembaga Riset Islam Pesantren Luhur Sunan Giri Malang, yang menyebutkan bahwa Raden Rahmat datang bersama ayahnya.

Ia juga ditemani Ali Murtadho dan Abu Hurairah, putra Raja Champa. Rombongan tersebut mendarat di Tuban sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah menetap beberapa waktu di Tuban, ayah Raden Rahmat wafat. Ia kemudian berangkat ke Majapahit untuk menemui bibinya. Bibi tersebut diketahui menikah dengan Raja Majapahit dan beragama Buddha.

Baca Juga: Wajib Diingat! Ini Pesan Khusus Kyai Nawawi Sidogiri Sebelum Ziarah ke Makam Sunan Ampel, Ada Tata Cara dan Adabnya

Sumber lain menyebut Raden Rahmat datang ke Jawa bersama beberapa pandhita muda. Kisah ini dicatat oleh Djajadiningrat dalam Sejarah Banten.

Pada masa itu, Champa dilaporkan mengalami kehancuran akibat peperangan. Kedatangan Raden Rahmat ke Jawa diperkirakan terjadi sebelum tahun 1446 Masehi.

Hal ini sejalan dengan runtuhnya Kerajaan Champa oleh serangan Vietnam.
Saat itu, Raden Rahmat disebut sudah bermukim di Jawa.

Dalam perjalanan menuju Jawa, Raden Rahmat sempat singgah di Palembang. Thomas W. Arnold mencatat ia menjadi tamu Arya Damar selama dua bulan.
Ia berusaha memperkenalkan Islam kepada penguasa Palembang tersebut.

Arya Damar dikisahkan tertarik kepada Islam namun belum menyatakannya secara terbuka. Menurut cerita setempat, setelah memeluk Islam, ia memakai nama Ario Abdillah. Kisah ini berkembang dalam tradisi sejarah lokal Palembang.

Serat Walisana menyebut Raja Majapahit mencegah Raden Rahmat kembali ke Champa. Alasannya karena Champa telah rusak akibat peperangan besar.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X