Kamis, 4 Juni 2026

Mengulik Kisah Berdirinya Masjid Rahmat Warisan Sunan Ampel, Surau Tertua Cikal Bakal Penyebaran Islam di Surabaya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 12:15 WIB
Potret Masjid Rahmat peninggalan Sunan Ampel yang sudah direnovasi Pemkot Surabaya tahun 1970.  (Instagram/exploresurabaya.)
Potret Masjid Rahmat peninggalan Sunan Ampel yang sudah direnovasi Pemkot Surabaya tahun 1970. (Instagram/exploresurabaya.)

 

SketsaNusantara.id - Sunan Ampel merupakan salah satu Wali Songo penyebar agama Islam dan meninggalkan banyak jejak kisah di Surabaya, Jawa Timur.

Salah satu peninggalan Sunan Ampel yang terkenal adalah Masjid Rahmat yang menyimpan sejarah panjang dan bernilai religius di Surabaya.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Masjid Rahmat merupakan masjid tertua di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Asal Mula Konflik Indonesia-Malaysia yang Membara Sejak Dulu: Ada Kaitannya dengan Ganyang Malaysia?

Berdasarkan catatan sejarah, masjid yang berada di Kembang Kuning, Surabaya ini diberi nama Masjid Rahmat berdasarkan nama asli Sunan Ampel yaitu Raden Sayyid Ali Rahmatullah atau Raden Rahmat.

Masjid Rahmat merupakan cikal bakal penyebaran agama islam di Surabaya yang didirikan pada abad ke-14 ketika Sunan Ampel sedang melakukan perjalanan dari Istana Kerajaan Majapahit menuju ke Ampel Delta.

Kala itu, Sunan Ampel melakukan perjalanan menggunakan perahu kecil melewati Sungai Brantas dan melintas ke kawasan Kembang Kuning.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Akhir Pekan di Manado, Dkuala Cafe and Bar Jadi Spot Healing Sekaligus Kulineran Baru Terbaik

Sunan Ampel lalu singgah di Kembang Kuning dan memutuskan untuk menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut.

Namun, bukan hal mudah bagi Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di Surabaya, sebab pada zaman dahulu masyarakat sebagian besar beragama Hindu, Buddha dan ada pula yang masih menganut paham animisme.

Sunan Ampel bahkan harus beradu kesaktian dengan Mbah Wirasoeroyo, salah satu tokoh di Kembang Kuning yang dijuluki Mbah Kuning atau Mbah Karimah.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Unik Orang Indonesia yang Justru Membuat Wisatawan Asing Terheran-heran, Apa Saja?

Mbah Kuning yang beragama Hindu saat itu berdebat mengenai ajaran agama Islam yang ingin disampaikan Sunan Ampel hingga keduanya berduel.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Sumber: Disbudporapar Surabaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X