SketsaNusantara.id - Menjelang datangnya Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, masyarakat Jawa kembali bersiap menyambut Malam 1 Suro.
Salah satu tradisi yang paling dikenal dan selalu menarik perhatian publik adalah Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Malam 1 Suro merupakan malam pergantian tahun dalam penanggalan Jawa yang bertepatan dengan datangnya bulan Sura, bulan pertama dalam kalender Jawa.
Penanggalan ini memiliki keterkaitan dengan kalender Hijriah yang digunakan umat Islam.
Hal ini membuat Malam 1 Suro kerap berdekatan dengan peringatan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram.
Di Surakarta, momen tersebut diperingati melalui kirab sakral yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Terdapat sejumlah fakta menarik mengenai tradisi tersebut, salah satunya keberadaan kerbau albino atau kebo bule.
Dan berikut ini 7 fakta menarik tentang Kirab 1 Suro Keraton Surakarta yang dirangkum tim redaksi dari berbagai sumber.
1. Menandai Pergantian Tahun Baru Jawa
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram resmi Keraton Surakarta Hadiningrat @karatonsurakartahadiningrat, Kirab Malam 1 Suro merupakan tradisi leluhur yang terus dilestarikan untuk menandai pergantian Tahun Baru Jawa.
Bagi masyarakat Jawa, malam tersebut tidak hanya menjadi pergantian kalender, tetapi juga momentum refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
2. Berakar dari Tradisi Kerajaan Mataram
Artikel Terkait
Kebo Bule Kyai Slamet jadi Tokoh Utama Tradisi Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, Kenapa? Alasannya...
Digelar Malam Ini! Cek Rute Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, Patuhi Aturan Penting Ini
Mengenal Masjid Sulthonain, Masjid Bersama Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta
Ternyata Pengemis Awal Mulanya dari Keraton Surakarta, Ada Hubungannya dengan Hari Kamis?
6 Tradisi Malam 1 Suro Masyarakat Jawa: Ada Pawai Obor hingga Kirab Kebo Bule Keraton Surakarta, di Tatar Sunda Lakukan Ini
4 Fakta Wayang Orang Sriwedari, Seni Pertunjukan Khas Surakarta yang Dibentuk Sejak 1911, Tetap Eksis hingga Kini
4 Tradisi Sambut Nuzulul Quran di Indonesia, Ada Seribu Tumpeng di Kraton Surakarta hingga Sorban Berjalan di Bromo