Minggu, 14 Juni 2026

7 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Surakarta, Tradisi Sambut Tahun Baru Jawa, Ada Kebo Bule yang Jadi Daya Tarik Tersendiri

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Kebo Bule, salah satu daya tarik dalam tradisi kirab 1 Suro Keraton Surakarta (Instagram/@karatonsurakartahadiningrat)
Kebo Bule, salah satu daya tarik dalam tradisi kirab 1 Suro Keraton Surakarta (Instagram/@karatonsurakartahadiningrat)

SketsaNusantara.id - Menjelang datangnya Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa, masyarakat Jawa kembali bersiap menyambut Malam 1 Suro.

Salah satu tradisi yang paling dikenal dan selalu menarik perhatian publik adalah Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Malam 1 Suro merupakan malam pergantian tahun dalam penanggalan Jawa yang bertepatan dengan datangnya bulan Sura, bulan pertama dalam kalender Jawa.

Baca Juga: Bukan Sekadar Malam Tahun Baru Jawa, Ini 10 Kegiatan yang Kerap Dilakukan Saat Malam 1 Suro dan Alasannya

Penanggalan ini memiliki keterkaitan dengan kalender Hijriah yang digunakan umat Islam.

Hal ini membuat Malam 1 Suro kerap berdekatan dengan peringatan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram.

Di Surakarta, momen tersebut diperingati melalui kirab sakral yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Terdapat sejumlah fakta menarik mengenai tradisi tersebut, salah satunya keberadaan kerbau albino atau kebo bule.

Dan berikut ini 7 fakta menarik tentang Kirab 1 Suro Keraton Surakarta yang dirangkum tim redaksi dari berbagai sumber.

Baca Juga: 5 Tradisi Malam 1 Suro yang Masih Dilestarikan di Jawa Timur, dari Barikan hingga Jamasan Pusaka yang Sarat Makna

1. Menandai Pergantian Tahun Baru Jawa

Dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram resmi Keraton Surakarta Hadiningrat @karatonsurakartahadiningrat, Kirab Malam 1 Suro merupakan tradisi leluhur yang terus dilestarikan untuk menandai pergantian Tahun Baru Jawa.

Bagi masyarakat Jawa, malam tersebut tidak hanya menjadi pergantian kalender, tetapi juga momentum refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

2. Berakar dari Tradisi Kerajaan Mataram

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @karatonsurakartahadiningrat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X