Minggu, 19 Juli 2026

Siapa Pangeran Trunojoyo? Simak Kisah Perlawanan Tangguh Pahlawan Kebanggaan Madura yang Berani Menentang Penjajah

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 13:45 WIB
Lukisan Gugurnya Pangeran Trunojoyo oleh Amangkurat II.  (facebook /Sejarah Jogjakarta)
Lukisan Gugurnya Pangeran Trunojoyo oleh Amangkurat II. (facebook /Sejarah Jogjakarta)

SketsaNusantara.id - Nama Trunojoyo mengacu kepada tokoh pahlawan dari Madura yang berhasil menghancurkan pertahanan Belanda pada tahun 1600-an.

Bahkan, Trunojoyo juga berhasil menggulingkan Raja Mataram yang pada saat itu dipimpin oleh Amangkurat I yang dikenal sebagai pemimpin yang condong memihak kompeni Belanda.

Ayah Trunojoyo adalah Raden Tumenggung Mlaya atau Mudhin Mlaja yang merupakan putra Pangeran Cakraningrat, menantu Sultan Agung dari Mataram sekaligus Raja Bangkalan Madura.

Baca Juga: Jadi Simbol Maaf, Kuliner Lontong Ternyata Penuh Makna Filosofis, Salah Satu Makanan Tradisional Nusantara

Sementara Ibunya adalah putri bangsawan dari Kerajaan Sumenep dan merupakan keturunan Joko Tole.

Pangeran Trunojoyo tumbuh sebagai pemuda yang taat dan patuh kepada yang dianutnya yakni Islam.

Ia tidak suka melihat sesuatu yang buruk dan berasal dari hal yang tidak adil yang terjadi di wilayah Jawa maupun di Madura.

Baca Juga: Siapa Sosok Saridin atau Syekh Jangkung? Mengenal Tokoh Penting dalam Penyebaran Islam di Jawa Sekaligus Putra Sunan Muria

Hal tersebut karena pada masa itu Sunan Amangkurat I yang sedang memimpin kekuasaannya tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak adil pada rakyatnya.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube Kitab Mawas Diri, Pangeran Trunojoyo kemudian dipercaya oleh rakyat untuk diangkat sebagai pemimpin yang meliputi daerah Bangkalan hingga Sumenep dengan gelar Panembahan Maduratna.

Setelah itu, ia dengan Macan Wulung menyusun perlawanan untuk menyerang kompeni Belanda yang disebut sebagai Perlawanan Trunojoyo pada tahun 1677-1680.

Baca Juga: Sempat Hilang dari Peta, Misteri Selat Muria di Wilayah Jawa Tengah: Apakah Akan Muncul Lagi?

Para pelaut dari Makassar juga ikut bergabung dengan pasukan Pangeran Trunojoyo dengan dipimpin Karaeng Galesong.

Pada 13 Oktober 1976, pecah perang antara pasukan Pangeran Trunojoyo dan pasukan Mataram yang dipimpin oleh Adipati Anom.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: youtube Kitab Mawas Diri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X