Minggu, 19 Juli 2026

Siapa Sosok Saridin atau Syekh Jangkung? Mengenal Tokoh Penting dalam Penyebaran Islam di Jawa Sekaligus Putra Sunan Muria

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 11:45 WIB
Makam Syekh Jangkung atau Saridin (facebook/Pecinta Waliyulloh)
Makam Syekh Jangkung atau Saridin (facebook/Pecinta Waliyulloh)

SketsaNusantara.id - Saridin atau Syekh Jangkung tidak hanya sesepuh bagi orang Pati, namun dirinya juga dianggap sebagai tokoh yang penting di Banyuwangi, Kulon Progo, Cirebon, Palembang, dan berbagai daerah lainnya.

Walaupun sudah lama meninggal, kisah dan teladan Mbah Saridin atau Syekh Jangkung ini masih terus diingat oleh masyarakat.

Bahkan, hari dimana Saridin atau Syekh Jangkung meninggal yakni di tanggal 14 dan 15 Rajab juga diperingati oleh masyarakat dengan acara haul besar-besaran.

Baca Juga: Punya Keturunan dari Bangsa Jin, Kesaktian Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran Tidak Main-Main

Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Mbah Saridin atau Syekh Jangkung termasuk orang yang sangat berjasa kepada masyarakat karena sudah mensyiarkan Islam sekaligus memberikan manfaatnya di berbagai pelosok daerah.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube Keluarga Arif Com ID, sebutan syekh pada Saridin adalah gelar yang diperoleh dari Kesultanan Rum di Turki saat dirinya berada di tempat tersebut.

Kemudian "Jangkung" itu artinya tinggi karena Saridin digambarkan mempunyai tubuh yang kurus dan tinggi.

Baca Juga: Ada 7 Kesaktian Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran yang Sangat Ditakuti dan Tidak Tertandingi Kerajaan Lain

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa "jangkung" merupakan doa dari guru Saridin yakni semoga bisa "Menjangkung" atau membaur dengan masyarakat di daerah lingkungan tempat Saridin tinggal.

Berdasarkan pengurus dari makam Syekh Jangkung atau Saridin tersebut mengatakan bahwa Jangkung adalah sebutan dari Sunan Kalijaga yang selalu melindungi dan mendidik Saridin dengan ilmunya.

Selain itu, ada pendapat lain juga yang menyebutkan bahwa nama asli Saridin adalah Raden Syarifudin.

Baca Juga: Apa Perbedaan Serabi Solo dan Bandung? Mengenal Kue Manis Tradisional Indonesia yang Populer di Jawa

Hal tersebut karena lidah orang Jawa saat itu susah jika mengatakan Syarifudin, sehingga diganti menjadi Saridin.

Menurut Keraton Surakarta Hadiningrat, gelar raden yang ada padanya diwarisi dari sang Ibu yang masih memiliki garis keturunan bangsawan yakni Nyai Sujinah.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: youtube Keluarga Arif Com ID

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X