SketsaNusantara.id - Tak lama lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menyyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah/H.
Berdasarkan kalender nasional, Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2026.
Di Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya diisi dengan doa dan pengajian.
Dalam menyambut tahun baru tersebut, masyarakat akan menggelar berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bahkan di sejumlah daerah, peringatan 1 Muharram sering kali bertepatan dengan malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa yang juga memiliki nilai budaya tersendiri.
Lantas, apa saja tradisi menyambut Tahun Baru Islam yang masih dilestarikan hingga sekarang?
1. Membuat dan Membagikan Bubur Suro
Salah satu tradisi yang cukup populer adalah membuat Bubur Suro saat memasuki bulan Muharram.
Bubur ini biasanya dimasak secara gotong royong dan dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk rasa syukur.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman Pemerintah Desa Bumiayu Kendal, tradisi Bubur Suro dipercaya memiliki kaitan dengan kisah Nabi Nuh AS setelah peristiwa banjir besar.
Berbagai bahan makanan yang tersisa kemudian dimasak bersama menjadi bubur dan dibagikan kepada para pengikutnya.
Artikel Terkait
Tradisi Tahunan, Warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi Menggelar Battle Sound Horeg dalam Rangka Halalbihalal
Makna Telur Paskah dalam Perayaan Hari Kebangkitan Yesus Kristus, Ternyata Bukan cuma Tradisi, tapi Punya Simbol Mendalam Loh!
4 Fakta Telur Paskah yang Identik dengan Tradisi Perayaan Hari Kebangkitan Yesus, Awalnya hanya Dihias Warna...
Sejarah April Mop: Tradisi Prank Bercanda yang Misterius yang Riwayatnya Masih Simpang Siur
Mengenal Tradisi Manten Sapi di Pasuruan, Ritual Unik Idul Adha yang Sarat Makna Religi dan Budaya