SketsaNusantara.id - Perayaan Hari Raya Idul Adha di Pasuruan memiliki tradisi unik yang masih bertahan hingga sekarang. Tradisi tersebut dikenal dengan nama “Manten Sapi”, yakni prosesi merias sapi kurban layaknya pengantin sebelum disembelih pada Hari Raya Kurban.
Tradisi turun-temurun ini bukan sekadar ritual budaya biasa. Bagi masyarakat Pasuruan, Manten Sapi menjadi simbol penghormatan terhadap hewan kurban sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan kesempatan beribadah.
Menjelang Idul Adha, para peternak dan pemilik sapi mulai melakukan persiapan khusus. Sapi yang dipilih biasanya merupakan sapi terbaik yang telah dirawat selama berbulan-bulan. Hewan tersebut dimandikan, dijaga kesehatannya, hingga diberi perawatan khusus sebelum hari pelaksanaan tradisi.
“Sapi yang akan dijadikan manten biasanya dipilih dari yang paling sehat dan paling bagus. Itu bentuk penghormatan sebelum dikurbankan,” ujar salah satu warga Pasuruan yang turut mengikuti tradisi tersebut, dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Vicky Vick.
Pada hari pelaksanaan, sapi-sapi kurban dihias dengan berbagai perlengkapan bernuansa religius dan budaya lokal. Mulai dari kain berwarna-warni, kalung bunga tujuh rupa, hingga kain kafan, sajadah, dan serban yang dikenakan di tubuh sapi.
Masyarakat percaya setiap hiasan memiliki makna tersendiri. Kain kafan melambangkan kesucian, sementara sajadah dan serban menjadi simbol ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Tradisi unik ini biasanya dilakukan sehari sebelum penyembelihan hewan kurban. Setelah dirias, sapi kemudian diarak keliling kampung menuju lokasi penyembelihan, seperti masjid atau lapangan desa.
Prosesi arak-arakan berlangsung meriah namun tetap khidmat. Warga berbondong-bondong menyaksikan iring-iringan sambil melantunkan salawat, zikir, dan doa bersama. Anak-anak hingga orang tua turut memenuhi jalan untuk melihat prosesi yang hanya digelar setahun sekali tersebut.
“Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk syukur dan kebersamaan warga saat Idul Adha,” kata tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: 10 Pantun Seru Tema Hari Raya Idul Adha 2026, Bagikan Bebas Tepat di Raya Kurban 1447 Hijriah
Sesampainya di lokasi penyembelihan, sapi-sapi tersebut disambut doa dan tepuk tangan warga. Momen ini dianggap sakral karena menjadi puncak ibadah kurban yang dilakukan bersama-sama.
Selain sarat nilai religius, Manten Sapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, terutama karena seluruh proses dilakukan secara gotong royong.
Artikel Terkait
20 Twibbon Idul Adha 2026, Desain Islami Disertai Gambar Masjid dan Kambing, Cocok untuk Meriahkan Hari Raya Kurban di Medsos
Daftar Gambar Tema Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Update Terbaru untuk Poster dan Banner Acara Kurban!
10 Link Gambar Bergerak Hari Raya Idul Adha 2026, Lucu - lucu Tema Kambing untuk Peringatan Kurban 1447 Hijriah
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei 2026, Menag Pastikan Lebaran Kurban Serentak di Indonesia
Pasang Sekarang! 21 Twibbon Idul Adha 1447 H Gratis, Desain Islami dengan Gambar Masjid dan Hewan Kurban untuk Sambut Hari Raya Kurban 2026