Warga bersama-sama mempersiapkan hiasan, mengarak sapi, hingga membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar. Kebersamaan inilah yang membuat tradisi Manten Sapi tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Kini, tradisi khas Pasuruan tersebut mulai dikenal luas hingga luar daerah. Banyak wisatawan datang untuk menyaksikan langsung keunikan budaya lokal yang berpadu dengan nuansa keagamaan tersebut.
Tidak sedikit pula media nasional maupun kreator digital yang mendokumentasikan prosesi Manten Sapi dan membagikannya melalui media sosial. Tradisi ini bahkan dinilai menjadi salah satu kekayaan budaya Islam Nusantara yang patut dilestarikan.
Budayawan lokal menyebut Manten Sapi sebagai contoh bagaimana masyarakat Indonesia mampu memadukan nilai agama dengan budaya tanpa menghilangkan makna ibadah itu sendiri.
“Tradisi ini mengajarkan penghormatan terhadap hewan kurban, rasa syukur, dan pentingnya kebersamaan masyarakat,” ungkapnya.
Di tengah arus modernisasi, masyarakat Pasuruan terus mempertahankan tradisi Manten Sapi sebagai identitas budaya lokal yang diwariskan lintas generasi. Tradisi tersebut menjadi bukti bahwa perayaan Idul Adha di Indonesia tidak hanya kaya nilai spiritual, tetapi juga penuh warna budaya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
20 Twibbon Idul Adha 2026, Desain Islami Disertai Gambar Masjid dan Kambing, Cocok untuk Meriahkan Hari Raya Kurban di Medsos
Daftar Gambar Tema Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Update Terbaru untuk Poster dan Banner Acara Kurban!
10 Link Gambar Bergerak Hari Raya Idul Adha 2026, Lucu - lucu Tema Kambing untuk Peringatan Kurban 1447 Hijriah
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei 2026, Menag Pastikan Lebaran Kurban Serentak di Indonesia
Pasang Sekarang! 21 Twibbon Idul Adha 1447 H Gratis, Desain Islami dengan Gambar Masjid dan Hewan Kurban untuk Sambut Hari Raya Kurban 2026