Minggu, 12 Juli 2026

Mengenal Tradisi Manten Sapi di Pasuruan, Ritual Unik Idul Adha yang Sarat Makna Religi dan Budaya

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Kamis, 21 Mei 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi! Tradisi Idul Adha manten sapi di Pasuruan jadi daya tarik wisata budaya, begini prosesi lengkapnya (Freepik/wirestock)
Ilustrasi! Tradisi Idul Adha manten sapi di Pasuruan jadi daya tarik wisata budaya, begini prosesi lengkapnya (Freepik/wirestock)

SketsaNusantara.id - Perayaan Hari Raya Idul Adha di Pasuruan memiliki tradisi unik yang masih bertahan hingga sekarang. Tradisi tersebut dikenal dengan nama “Manten Sapi”, yakni prosesi merias sapi kurban layaknya pengantin sebelum disembelih pada Hari Raya Kurban.

Tradisi turun-temurun ini bukan sekadar ritual budaya biasa. Bagi masyarakat Pasuruan, Manten Sapi menjadi simbol penghormatan terhadap hewan kurban sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan kesempatan beribadah.

Menjelang Idul Adha, para peternak dan pemilik sapi mulai melakukan persiapan khusus. Sapi yang dipilih biasanya merupakan sapi terbaik yang telah dirawat selama berbulan-bulan. Hewan tersebut dimandikan, dijaga kesehatannya, hingga diberi perawatan khusus sebelum hari pelaksanaan tradisi.

Baca Juga: DKPP Jember Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Puluhan Ribu Dosis Vaksin PMK Sudah Disuntikkan

“Sapi yang akan dijadikan manten biasanya dipilih dari yang paling sehat dan paling bagus. Itu bentuk penghormatan sebelum dikurbankan,” ujar salah satu warga Pasuruan yang turut mengikuti tradisi tersebut, dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Vicky Vick.

Pada hari pelaksanaan, sapi-sapi kurban dihias dengan berbagai perlengkapan bernuansa religius dan budaya lokal. Mulai dari kain berwarna-warni, kalung bunga tujuh rupa, hingga kain kafan, sajadah, dan serban yang dikenakan di tubuh sapi.

Masyarakat percaya setiap hiasan memiliki makna tersendiri. Kain kafan melambangkan kesucian, sementara sajadah dan serban menjadi simbol ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Free Download! 10 Twibbon Spesial Idul Adha 2026, Semarakkan Hari Raya Kurban dengan Foto Paling Menawan

Tradisi unik ini biasanya dilakukan sehari sebelum penyembelihan hewan kurban. Setelah dirias, sapi kemudian diarak keliling kampung menuju lokasi penyembelihan, seperti masjid atau lapangan desa.

Prosesi arak-arakan berlangsung meriah namun tetap khidmat. Warga berbondong-bondong menyaksikan iring-iringan sambil melantunkan salawat, zikir, dan doa bersama. Anak-anak hingga orang tua turut memenuhi jalan untuk melihat prosesi yang hanya digelar setahun sekali tersebut.

“Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk syukur dan kebersamaan warga saat Idul Adha,” kata tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: 10 Pantun Seru Tema Hari Raya Idul Adha 2026, Bagikan Bebas Tepat di Raya Kurban 1447 Hijriah

Sesampainya di lokasi penyembelihan, sapi-sapi tersebut disambut doa dan tepuk tangan warga. Momen ini dianggap sakral karena menjadi puncak ibadah kurban yang dilakukan bersama-sama.

Selain sarat nilai religius, Manten Sapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, terutama karena seluruh proses dilakukan secara gotong royong.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Vicky Vick

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X