SketsaNusantara.id – Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 dipastikan bakal menyajikan atmosfer yang jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Setelah melakukan peninjauan mendalam bersama pihak pemkab, kalangan akademisi, serta komunitas untuk menakar dampak ekonomi dan tingkat keberhasilan acara, manajemen JFC siap meluncurkan pembaruan besar bagi para penikmat mode tanah air.
Budi Setiawan selaku Presiden JFC membeberkan bahwa lompatan paling mencolok dalam gelaran tahun ini terletak pada format pertunjukannya.
Baca Juga: Ribuan PPPK Apresiasi Gus Fawait yang Garansi Perpanjangan Kontrak
Jika sebelumnya peserta tampil bergantian lewat sistem defile konvensional, kali ini JFC bertransformasi menggunakan pendekatan drama teatrikal yang utuh.
"Akan ada pertunjukan drama teatrikal berdurasi satu jam sebagai pembuka. Melalui konsep ini, kami ingin menyampaikan sebuah cerita besar bertajuk Dewi Bumi, yang menggambarkan pesona awal mula bumi hingga berbagai dinamika peristiwa yang melandasinya," jelas Iwan, Jumat (10/7/2026).
Begitu suguhan teatrikal tersebut usai, seluruh kelompok defile akan langsung bergerak ke area jalanan secara serentak untuk memulai karnaval utama.
Inovasi menarik lainnya disiapkan pada sesi penghujung acara. Berbeda dengan tradisi sebelumnya di mana momentum penutupan hanya diramaikan oleh internal panitia, kali ini para tamu VVIP serta pelancong pemegang tiket kategori satu mendapatkan hak istimewa.
Mereka akan diajak melebur langsung di belakang rombongan defile untuk ikut menjajal street runway.
"Langkah ini kami ambil setelah melihat respons yang sangat positif dari para tamu VIP pada penyelenggaraan tahun lalu," kata Iwan.
Manajemen memproyeksikan ada sekitar 100 sampai 150 tamu yang bakal ikut memeriahkan sesi penutup ini.
"Pada edisi sebelumnya, kami sempat mencoba mengajak sejumlah tamu VIP ikut turun ke jalan. Berdasarkan pengakuan mereka, menonton dari panggung utama Pemkab memang memberikan sajian visual yang luar biasa, namun ketika ikut berjalan di jalanan, mereka baru bisa merasakan soul atau esensi mendalam dari JFC serta kehangatan masyarakat Jember yang sebenarnya," tuturnya.
Artikel Terkait
Heboh Terdengar Suara Dentuman dan Gemuruh Misterius di Gresik, BMKG Tak Deteksi Aktivitas Gempa Bumi, Apa Penyebabnya?
Febrie Adriansyah Siapa? Namanya Ikut Terseret di Tengah Penggeledahan Besar-besaran Polisi, Rekam Jejak hingga Harta Kekayaannya Jadi Sorotan
Efisiensi Berbuah Manis, Strategi Dana Murah BRI Tekan Biaya Dana dan Dongkrak Laba Rp15,5 Triliun
Ziarah Polres Jombang ke Makam Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbullah di Tambakberas Awali Pengamanan Muktamar NU 35
Heboh Kaca Gedung Kantor BGN Mendadak Pecah, Polisi Pastikan Tak Ada Aksi Teror atau Penembakan, Ternyata Ini Penyebabnya