SketsaNusantara.id - Nama Febrie Adriansyah tengah ramai jadi perhatian publik di tengah penggeledahan besar-besaran yang dilakukan Polda Metro Jaya pada hari Rabu, 8 Juli 2026.
Tak tanggung-tanggung penggeledahan dilakuakn di 12 lokasi yang terkait dengan kasus dugaan suap, korupsi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Polisi berhasil menyita aset berjumlah fantastis, termasuk emas batangan seberat 74 kilogram dalam sebuah rumah di Sentul, Bogor, serta uang tunai mencapai Rp 60 miliar dari sebuah kafe de Clan Signature dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Penyitaan bernilai ratusan miliar tersebut, ikut menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Baca Juga: Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kg Emas di Sentul, Netizen: 'Ani-Ani pada Siap-Siap Puasa'
Sorotan publik semakin tajam ketika kediamannya sempat mendapat penjagaan ketat dari personel TNI seiring bergulirnya operasi kepolisian tersebut.
Lantas, siapakah Febrie Ardiansyah? Mengapa rumahnya dijaga ketat TNI saat proses penggeledahan kasus korupsi berlangsung?
Sosoknya seketik jadi pusat perhatian publik, termasuk rekam jejak hingga harta kekayaannya yang tak luput jadi sorotan.
Rekam Jejak Febrie Adriansyah: Kerap Menangani Kasus Korupsi Besar
Febrie Adriansyah dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Pria kelahiran 19 Februari 1968 ini memulai karir sebagai jaksa pada tahun 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Jambi.
Ia juga pernah mengemban berbagai jabatan strategsi di lingkungan Kejaksaan. Febrie pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada tahun 2021 dan menjadi Direktur Penyidikan Jampidsus selama 5 bulan sebelum akhirnya ditarik kembali ke Kejaksaan Agung.
Baca Juga: 74 Kg Emas Berapa Rupiah? Begini Perhitungannya Berdasarkan Harga Emas Kamis, 9 Juli 2026
Febrie Adriansyah bukanlah sosok baru dalam penanganan perkara korupsi. Selama menjabat sebagai Jampidsus, ia tercatat pernah menangani sejumlah kasus besar dengan nilai kerugian negara yang bernilai fantastis
Beberapa kasus besar yang pernah ditangani Febrie meliputi:
1. Kasus korupsi dan pencucian uang PT Asuransi Jiwasraya dengan kerugian sekitar Rp16,81 triliun.
2. Kasus korupsi PT Asabri (Persero) dengan kerugian mencapai Rp22,78 triliun.
Artikel Terkait
Lebay atau SOP? Yudi Purnomo Beberkan Alasan KPK Gunakan Koper saat Sita Flashdisk dalam Penggeledahan Rumah Hasto
Kejaksaan Agung Segera Menahan Silfester Matutina, Kasusnya Telah Inkrah
Singgung Praktik Masa Lalu, Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Minta Tolong Presiden atau Kejaksaan Usai Pejabat Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK
Deretan Tas Mewah dan Perhiasan Sandra Dewi Ludes di Lelang Kejaksaan Agung, Harga Tembus Ratusan Juta
Perkara Korupsi Sengketa Lahan PN Depok Bergulir ke Pengadilan Tipikor Bandung! KPK Siapkan Dakwaan, Tiga Pejabat Peradilan Menanti Sidang Perdana
Fakta Baru Kasus KPK, Dugaan Uang Pelicin Pengurusan KITAS hingga KITAP Terungkap, Berkas Disebut Mandek Jika Tak Membayar