Minggu, 19 Juli 2026

7 Tradisi Tahun Baru Islam di Jawa yang Sarat Makna, Ada yang Dilakukan Semalaman dan Selalu Dipadati Warga

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 Juni 2026 | 09:30 WIB
Abdi Dalem beserta masyarakat laksanakan tradisi Mubeng Beteng pada malam 1 suro menyambut tahun baru Islam (jogjaprov.go.id)
Abdi Dalem beserta masyarakat laksanakan tradisi Mubeng Beteng pada malam 1 suro menyambut tahun baru Islam (jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Tahun Baru Islam atau 1 Muharram tidak hanya menjadi momentum pergantian kalender Hijriah. Di berbagai daerah di Pulau Jawa, momen ini juga dirayakan melalui tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Sebagian tradisi berlangsung dalam suasana religius. Sebagian lainnya memadukan unsur budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang masih dijaga hingga sekarang. Tidak sedikit tradisi tersebut selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan setiap tahunnya.

Malam 1 Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam menjadi waktu penting bagi masyarakat Jawa. Berbagai ritual dan kegiatan budaya digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Baca Juga: 4 Ritual dan Tradisi Sakral di Bulan Suro, Ada Selamatan Khusus Selama Seminggu hingga Melarung Sesaji

Berikut beberapa tradisi menyambut Tahun Baru Islam yang masih dikenal luas di Jawa.

1. Pawai Obor

Pawai obor menjadi salah satu tradisi yang paling banyak dijumpai. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat, santri, dan pelajar menjelang malam 1 Muharram.

Peserta berjalan berkeliling kampung sambil membawa obor. Di sejumlah daerah, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan salawat dan doa bersama.

Baca Juga: Dianggap Sakral, Inilah 5 Pantangan di Bulan Suro Bagi Masyarakat Jawa, Salah Satunya Larangan Menikah

2. Kirab Pusaka Keraton Surakarta

Tradisi ini menjadi salah satu agenda budaya yang paling terkenal di Jawa Tengah. Keraton Surakarta menggelar kirab pusaka pada malam 1 Suro.

Berbagai pusaka keraton diarak mengelilingi kawasan keraton. Ribuan warga biasanya memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi tersebut.

3. Mubeng Benteng Yogyakarta

Tradisi Mubeng Benteng dilaksanakan oleh masyarakat dan abdi dalem Keraton Yogyakarta. Peserta berjalan mengelilingi benteng keraton tanpa berbicara selama perjalanan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X