SketsaNusantara.id - Bulan Muharram atau yang sering juga disebut dengan nama Bulan Suro kerap dianggap sebagai bulan sakral.
Bulan pertama dalam kalender Hijriah maupun kalender Jawa ini bukan sebatas penanda awal tahun semata.
Tapi juga diyakini sebagai bulan sakral yang diselimuti aura spiritual yang kuat.
Bagi masyarakat Jawa sendiri, bulan Suro kerap dijadikan momen untuk merenung hingga menghubungkan diri dengan kekuatan alam dan leluhur.
Hal tersebut membuat Bulan Suro dipenuhi dengan sejumlah pantangan hingga tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini.
Dan berikut ini 5 tradisi dan ritual di Bulan Suro yang masih dilakukan hingga saat ini sebagaimana dirangkum tim redaksi dari berbagai sumber.
Baca Juga: Bertepatan dengan 1 Muharram, Inilah Mitos dan Pantangan Malam 1 Suro Dalam Masyarakat Jawa
1. Jamasan Pusaka
Membersihkan benda-benda pusaka seperti keris hingga gamelan menjadi salah satu tradisi Bulan Suro yang masih banyak dilakukan, terutama di wilayah keraton.
Tradisi tersebut dilakukan untuk menjaga energi spiritual yang terdapat dalam benda-benda tersebut agak selaras dan harmonis dengan energi manusia.
2. Labuhan
Dikutip dari laman Hamzah Batik, Labuhan menjadi salah satu tradisi bulan Suro yang dilakukan masyarakat Yogyakarta.
Artikel Terkait
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Tradisi Pemakaman Umat Hindu di Jember, Prosesi Sakral yang Sarat Makna Budaya, Mirip Seperti di Bali?
7 Tempat Favorit dan Menjadi Tradisi Warga Sukabumi untuk Melaksanakan Sholat Idul Adha 2025 M atau 1446 H
Sejarah Tradisi Toron yang Sudah Ada Sebelum Abad ke-19, Ternyata Ini Alasan Warga Madura Mudik Besar-Besaran saat Hari Raya Idul Adha
Sudah Menjadi Tradisi, Bagaimana Hukumnya Titip Doa dan Oleh-Oleh Haji? Begini Penjelasan Buya Yahya
Makna Tumpeng dalam Tradisi Masyarakat Jawa dan Kaitannya dengan Gunung
Pempek sebagai Simbol Identitas Budaya dan Kuliner Nasional yang Berakar dari Tradisi Masyarakat Palembang