"Sunda itu Kerajaan besar, kalau memang terjadi peristiwa tersebut sudah pasti dituliskan tapi naskah-naskah Sunda dalam kitab kuno kerajaan itu gak ada yang menyinggung masalah (Perang Bubat) itu," ujar KH Agus Sunyoto.
"Bagaimana bisa peristiwa sebesar itu tidak dituliskan di Sanghyang Siksa Kandang Karesian padahal tradisi kecil termasuk rasi perbintangan saja mereka tulis semuanya, nah kenapa kok peristiwa pembunuhan raja malah dilewatkan," tuturnya.
"Lalu di kitab kuno Majapahit juga tidak menyinggung peristiwa itu, ya memang kisah perang (Bubat) itu cuma akal-akalan Belanda saja untuk merusak sejarah Indonesia," pungkasnya.
KH Agus Sunyoto juga menyayangkan naskah buku sejarah karangan Belanda masih dipakai banyak orang hingga saat ini sehingga cerita Perang Bubat memiliki dampak yang signifikan dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia.
Kisah Perang Bubat mungkin tidak sepenuhnya akurat secara sejarah, namun telah membentuk persepsi berbeda bagi banyak orang.
Bahkan, ada pandangan orang Jawa dilarang menikah dengan orang Sunda yang diduga karena latar belakang peristiwa pertempuran Majapahit vs Sunda tersebut yang menjadi bukti Belanda ingin memecah belah Nusantara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Majapahit Bukan Kaleng-Kaleng! Warisan Kerajaan Nusantara Ini Pengaruhnya Mencapai Eropa dan Amerika?
Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Gebrakan Besar untuk Kerajaan Majapahit! Kenali Wanita Penyebar Agama Islam di Mojokerto, Rupanya Istri Selir dari Raja
Mengenal Candi Tegowangi, Konon Sebuah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Kediri yang Dibangun Sekitar Tahun 1400 M
Peninggalan Jejak Kerajaan Majapahit Nyempil di Pulau Dewata! Pura Ala Jatim di Bali ini Punya Cerita dari Sosok Gajah Mada