SketsaNusantara.id- Siapa sangka, ternyata ada peninggalan jejak Kerajaan Majapahit di Pulau Bali.
Peninggalan ini berupa bangunan Pura Maospahit sampai saat ini masih dilestarikan dan menjadi bangunan suci bagi umat Hindu.
Sebelum berdiri megah, pura ini berukuran kecil. Namun kedatangan Majapahit justru merubah semuanya.
Dikutip oleh SketsaNusantara.id dari denpasarkota.go.id, bangunan suci di Bali ini sebenarnya berdiri pada 1200 tahun Saka.
Memiliki lahan sekitar 1 ha. Awalnya hanya memiliki tiga ruangan atau tri suci mandala. Namun hal itu berubah sejak Majapahit datang ke Bali.
Saat itu kerajaan yang pusatnya di Trowulan, Mojokerto ini sempaat menguasai Bali. Pura ini diperluaas oleh Gajah Mada.
Bukan tanpa alasan, Gajah Mada memperluas Pura Maospahit untuk menghormati Patih Kebo Iwa yang tangguh dan perkaasa.
Alhasil, pda tahun 1475 Saka, bangunan pura itu selesai dengan bertambah menjadi empat mandala.
Uniknya, bangunan yang berdiri di tanah Bali ini memiliki arsitektur ala Provinsi Jawa Timur. Di bagian gerbang juga berbentu candi terbelah khas provinsi tersebut.
Baca Juga: Punya Model Unik, Saksi Bisu Jejak Kerajaan Majapahit, Punya Mitos yang Bisa Bikin Kamu Jadi...
Patung yang ada di bagian gerbang itu menyimbolkan ucapan selamat datang untuk para pengunjung.
Peninggalan jejak Kerajaan Majapahit ini sekarang sudah berkembang menjadi objek wisata bagi para wisatawan.
Artikel Terkait
Gus Yahya Minta Banser dan Pagar Nusa Tetap Siaga Tunggu Perintah Usai Hentikan Apel Kesetiaan PBNU di Bali, Ada Apa?
Unik, Momen PM Timor Leste Xanana Gusmao Sentuh Kepala Presiden di Gala Dinner KTT IAF Bali 2024, Reaksi Jokowi Ramai Jadi Sorotan Netizen
Majapahit Bukan Kaleng-Kaleng! Warisan Kerajaan Nusantara Ini Pengaruhnya Mencapai Eropa dan Amerika?
Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Mengenal Candi Tegowangi, Konon Sebuah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Kediri yang Dibangun Sekitar Tahun 1400 M
Palembang Terkenal Jadi Kota Tertua di Indonesia, Prasasti Kedukan Bukit Warisan Kerajaan Sriwijaya Jadi Bukit Kelahirannya