Minggu, 19 Juli 2026

6 Makanan Khas Kota Surabaya yang Wajib Dicoba, Ada Rujak Cingur hingga Lontong Balap yang Jadi Resmi Jadi Warisan Budaya

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 31 Mei 2026 | 11:00 WIB
Lontong Balap, salah satu kuliner khas Kota Surabaya (tourism.surabaya.go.id)
Lontong Balap, salah satu kuliner khas Kota Surabaya (tourism.surabaya.go.id)

SketsaNusantara.id - Kota Surabaya baru saja merayakan hari jadinya yang ke-733 pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini dikenal sebagai salah satu kota tertua di tanah air dengan beragam kuliner khas yang menjadi identitas masyarakatnya.

Sebagian makanan khas Surabaya lahir dari budaya perdagangan, percampuran etnis hingga kebiasaan masyarakat pesisir Jawa Timur.

Baca Juga: 7 Fakta Kota Surabaya yang Berulang Tahun Setiap 31 Mei, Makna Nama hingga Asal Usul Julukan Kota Pahlawan

Tak heran jika cita rasa kuliner Surabaya identik dengan petis, rempah yang kuat, dan perpaduan rasa gurih serta pedas.

Seperti Rujak Cingur dan Lontong Balap yang kerap jadi santapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan ini.

Dan berikut ini 6 kuliner khas Surabaya yang legendaris lengkap dengan sejarah dan fakta menariknya.

Baca Juga: 7 Bangunan Bersejarah di Kota Surabaya Ini Cocok untuk Wisata Edukasi dan Spot Foto, Ada Kota Lama dan House of Sampoerna yang Instagramable

1. Rujak Cingur

Rujak cingur menjadi salah satu ikon kuliner Surabaya yang paling terkenal.

Hidangan ini terdiri dari cingur atau moncong sapi, sayuran, lontong, tahu, tempe dan buah-buahan yang disiram bumbu petis.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Surabaya Tourism, rujak cingur masih menjadi salah satu kuliner khas yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Kota Pahlawan.

Fakta menariknya, tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki hidangan serupa karena penggunaan cingur sapi menjadi ciri khas utama makanan ini.

Baca Juga: Mengapa Hari Jadi Kota Surabaya Diperingati 31 Mei? Ini Sejarah dan Asal-usul Kota Pahlawan yang Kini Berusia 733 Tahun

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: tourism.surabaya.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X