Selasa, 16 Juni 2026

Berdiri Sejak Zaman Belanda, Masjid Baitul Amien Jember Punya Arsitektur Unik dan Sarat Makna, Dulu Dibangun dari Botol dan Gabah Sumbangan Warga

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 April 2025 | 07:53 WIB
Potret Majid Jami' Al Baitul Amien dengan desain bangunan unik yang jadi tempat ibadah ikonik kebanggan masyatakat Jember, Jawa Timur  (Instagram/raiswidianto)
Potret Majid Jami' Al Baitul Amien dengan desain bangunan unik yang jadi tempat ibadah ikonik kebanggan masyatakat Jember, Jawa Timur (Instagram/raiswidianto)

Hasil penjualan gabah tersebut berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 518 juta yang digunakan untuk membangun masjid baru.

Baca Juga: Jejak Ulama Cina Guru Sunan Kudus, Ada Legenda Masjid Tiban yang 'Turun dari Langit'

Masjid lama kini digunakan untuk pendidikan oleh Yayasan Al Baitul Amien, sementara masjid baru menjadi pusat ibadah.

Desain Masjid Jami' Al Baitul Amien, yang dijuluki "Masjid Jamur" atau "Masjid Keong" karena bentuknya yang setengah lingkaran, dirancang oleh arsitek non-Muslim Yaying K. Kesser dari Kanada, lulusan dari Universitas di California.

Berbeda dengan masjid tradisional Timur Tengah, kubahnya yang bundar menyerupai Gedung DPR/MPR RI, yang justru dibangun belakangan pada tahun 1965.

Baca Juga: Jejak Akulturasi Hindu, Jawa dan Islam pada Masjid Tertua di Solo, Dibangun Leluhur Mataram Islam Berdarah Majapahit

Bentuk Masjid Baitul Amien berbeda dari kebanyakan masjid di Pulau Jawa. Umumnya, masjid memiliki kubah atau atap tumpang di atas bangunan berbentuk persegi empat.

Namun, Masjid Baitul Amien justru mengusung desain setengah lingkaran yang unik.

Bentuk melengkung ini memiliki filosofi mendalam dari lingkaran melambangkan kebutuhan umat manusia yang tak terbatas sudut, mencerminkan kelapangan, keterbukaan, dan kesinambungan.

Baca Juga: Ada yang Mirip Candi hingga Klenteng, Inilah 5 Masjid Unik Hasil Akulturasi Budaya Indonesia dengan Asing, Mulai dari Tiongkok sampai Eropa

Masjid ini memiliki tujuh kubah yang terdiri dari lima kubah utama dan dua kubah kecil untuk wudhu.

Jumlah 7 kubah ini sebagai simbol kekuasaan Allah atas 7 lapis langit dan bumi. Angka ini juga mengadaptasi dari falsafah Jawa dari kata "pitulungan" yang berarti pertolongan.

Dalam ruang utama, terdapat 17 tiang penyangga melambangkan Nuzulul Quran yakni malam diturunkannya kitab suci Al Qur'an pada 17 Ramadan.

Baca Juga: Lokasinya Ada di Depan Alun-Alun, Inilah Sejarah dan Fakta Masjid Jami Al Baitul Amien yang Disebut Sebagai Masjid Tertua di Jember

Satu menara, berwarna kuning keemasan, mencerminkan kesederhanaan dan fungsi sebagai penanda masjid.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: albaitulamien.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X