SketsaNusantara.id – Menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Suro, komunitas lingkungan Laskar Hijau Probolinggo menggelar kegiatan Ruwat Bumi melalui aksi penanaman mangrove di kawasan Muara Sungai Pantai Pilang, Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut menjadi simbol perpaduan antara kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai spiritual yang telah lama hidup di tengah masyarakat Jawa.
Aksi penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai sumber daya alam yang telah dianugerahkan kepada manusia. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi diri menjelang pergantian tahun dalam kalender Jawa yang identik dengan perenungan dan evaluasi kehidupan.
Koordinator acara, Dimas Adrianto, mengatakan bahwa Ruwat Bumi tidak hanya dimaknai sebagai tradisi budaya, tetapi juga diwujudkan melalui langkah konkret yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
Baca Juga: Grebeg Suro Andalan Warga Sukoreno Umbulsari Jember Semarak, Keberagaman Agama Membaur Jadi Satu
“Menjelang 1 Suro, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya melakukan refleksi secara spiritual, tetapi juga melakukan tindakan nyata untuk menjaga alam. Penanaman mangrove ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” ujar Dimas Adrianto.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, keberadaan mangrove perlu terus dilestarikan mengingat manfaatnya yang sangat besar, mulai dari mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang pasang, hingga menjadi habitat berbagai jenis biota laut.
Selain aspek lingkungan, kegiatan tersebut juga mengandung harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai ancaman bencana maupun musibah.
“Kami memanjatkan doa agar masyarakat diberikan perlindungan dari bencana alam, wabah penyakit, serta berbagai marabahaya lainnya. Semoga ikhtiar kecil ini membawa manfaat besar bagi kehidupan bersama,” tambahnya.
Kegiatan Ruwat Bumi yang dikemas melalui aksi penghijauan ini mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Para peserta yang hadir tidak hanya menanam bibit mangrove, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Laskar Hijau menilai bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, pelajar, akademisi, dan masyarakat umum agar upaya menjaga kawasan pesisir dapat berjalan secara berkelanjutan.
Momentum Tahun Baru Jawa 1 Suro juga dimanfaatkan untuk menguatkan kesadaran kolektif bahwa alam merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang harus dijaga bersama. Tradisi Ruwat Bumi yang selama ini identik dengan doa dan ritual budaya, kini diterjemahkan dalam bentuk aksi konservasi yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Melalui kegiatan penanaman mangrove di Muara Sungai Pantai Pilang, Laskar Hijau Probolinggo berharap lahir semangat baru dalam menjaga kelestarian alam. Selain mempererat kepedulian sosial, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Artikel Terkait
Pernyataan Tegas MUI soal Pelaku LGBT dan Pesta Gay, Rehabilitasi Dinilai Tak Cukup untuk Menangani Pelanggaran
Lebih dari 500 Peserta Akan Hadiri Munas NU 2026 di Kediri, Panitia Pastikan Presiden Prabowo Turut Diundang
Ada Apa di Kertanegara? Prabowo Bertemu Rosan, Bahlil dan Sejumlah Menteri Bahas Data yang Disebut Cerminkan Kepercayaan Dunia
Pemerintah Siapkan Perubahan Besar pada Program MBG, Kantin Sekolah Bakal Punya Peran Penting
Siapkan Regenerasi Relawan PMI Jember, PMR Wira SMAN Mumbulsari Gelar Diklat Lanjutan