Selasa, 16 Juni 2026

Ada Apa di Kertanegara? Prabowo Bertemu Rosan, Bahlil dan Sejumlah Menteri Bahas Data yang Disebut Cerminkan Kepercayaan Dunia

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 Juni 2026 | 13:00 WIB
Potret Presiden Prabowo. (Instagram/prabowo)
Potret Presiden Prabowo. (Instagram/prabowo)

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu 14 Juni 2026. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi pemerintahan.

Kehadiran para anggota kabinet itu langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, pertemuan berlangsung di tengah berbagai agenda pemerintah yang berkaitan dengan investasi, hilirisasi, dan penguatan ekonomi nasional.

Beberapa pejabat yang hadir diketahui memiliki peran strategis dalam pengelolaan investasi, keuangan negara, pendidikan tinggi, energi, hingga badan usaha milik negara. Pertemuan tersebut juga membahas laporan hasil kunjungan kerja ke sejumlah negara.

Baca Juga: Gejayan Kembali Jadi Pusat Perlawanan Sipil, Mahasiswa dan Berbagai Kelompok Siapkan Aksi Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran

Berdasarkan informasi yang disampaikan Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

Dalam laporan tersebut, Rosan menyampaikan hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, sejumlah negara di Eropa, dan kawasan Asia. Laporan itu berkaitan dengan perkembangan investasi dan respons berbagai pihak internasional terhadap Indonesia.

Sejumlah pejabat yang turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca Juga: Prabowo Dorong 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Model Sekolah Unggul Non-Asrama Mulai Dibangun Tahun Ini

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa laporan yang diterima Presiden memuat sejumlah data dan fakta terkait perkembangan investasi di Indonesia.

"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," tulis Seskab Teddy melalui akun media sosial Instagram Sekretariat Kabinet.

Menurut keterangan yang disampaikan, laporan tersebut menjadi salah satu bahan pembahasan utama dalam pertemuan yang berlangsung di Kertanegara. Pemerintah menilai perkembangan investasi memiliki kaitan erat dengan berbagai program strategis nasional yang tengah dijalankan.

Selain menerima laporan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Arahan tersebut berkaitan dengan penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan investasi yang dilaporkan dalam pertemuan tersebut.

Pemerintah berencana membuka data yang disebut menunjukkan peningkatan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Penyampaian informasi itu dijadwalkan dilakukan pada Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Sekretariat Kabinet, Presiden meminta agar data tersebut dipaparkan secara terbuka kepada publik di Istana Merdeka. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X