Kamis, 4 Juni 2026

Mengulik Sejarah Masjid Luar Batang, Peninggalan Ulama Keturunan Rasulullah yang Jadi Saksi Bisu Perkembangan Islam di Jakarta

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 24 Juli 2024 | 21:00 WIB
Potret Masjid Luar Batang yang berada di kawasan Penjaringan Jakarta Utara (jakarta-tourism.go.id)
Potret Masjid Luar Batang yang berada di kawasan Penjaringan Jakarta Utara (jakarta-tourism.go.id)

SketsaNusantara.id - Di balik hiruk pikuk Kota Jakarta, terdapat Masjid Luar Batang yang jadi wisata religi dan tak pernah sepi dari pengunjung.

Masjid Jami' Keramat Luar Batang atau yang populer dengan sebutan Masjid Luar Batang merupakan salah satu bangunan bersejarah yang berada di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Masjid ini didirikan pada tahun 1739 oleh Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus atau Habib Husein Alaydrus, seorang ulama Arab Hadramaut yang hijrah ke pesisir Pulau Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada abad ke-18.

Baca Juga: Masjid Kuno Tegalsari, Peninggalan Ulama dan Guru Besar Ki Ageng Besari di Ponorogo, Ternyata Arsitekturnya Punya Makna Tersendiri

Masjid Luar Batang ini tak pernah sepi dari kunjungan para peziarah karena di dalamnya terdapat makam keramat Habib Husein Alaydrus yang masih memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad SAW.

Penamaan Masjid ini yang dianggap keramat oleh warga setempat ini pun cukup unik sesuai dengan julukan Habib Husein Alaydrus yang juga dikenal dengan sebutan Habib Luar Batang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Jakarta Tourism, konon Habib Husein Alaydrus yang wafat pada 1756 tiba-tiba hilang jenazahnya dan tidak ada dalam "kurung batang" ketika akan dimakamkan di kawasan Kampung Koja, Jakarta Utara.

Keanehan tersebut terjadi sampai tiga kali. Ketika jenazah Habib Husein Alaydrus akan dipindahkan ke tempat lain, jasadnya selalu kembali ke dekat surau yang didirikannya sendiri di Penjaringan.

Baca Juga: 5 Keunikan Masjid Ashabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi Tuban: Gaya Arsitektur Keren, Letaknya Bukan di Permukaan Tanah tapi...

Alhasil jemaah sepakat memakamkan jenazah Habib Husein di surau yang didirikannya tersebut hingga masjid di dekat tempat persemayaman Habib Husein dinamakan Masjid Luar Batang.

Penamaan tersebut berasal dari kisah jenazah Habib Husein Alaydrus yang dulu penah keluar dari kurung batang.

Menurut catatan sejarah, Masjid Luar Batang ini dulunya adalah surau kecil dengan luas 6 meter persegi yang awalnya diberi nama Langgar An Nur dan digunakan Habib Husen Alaydrus sebagai tempat menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Pada saat itu, Habib Husein Alaydrus singgah cukup lama di Batavia yang merupakan nama kota Jakarta pada masa zaman penjajahan Belanda. Habib Husein menyebarkan agama Islam di surau yang didirikannya tersebut hingga akhir hayatnya pada tahun 1756.

Baca Juga: 3 Keunikan Masjid Agung Tuban, Kebanggaan Masyarakat Kota Wali dengan Sebutan Masjid 1001 Malam

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: jakarta-tourism.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X