Rabu, 8 Juli 2026

Inilah Beberapa Fakta Masjid Bayan Beleq, Masjid Kuno Tempat Lahirnya Aliran yang Dibawa Murid Sunan Kalijaga

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi Masjid Bayan Beleq Lombok  (Tangkapan layar  YouTube Historia Channel )
Ilustrasi Masjid Bayan Beleq Lombok (Tangkapan layar YouTube Historia Channel )

SketsaNusantara.id - Jika kita menengok perjalann islam di Lombok maka hal itu tak bisa dipisahkan dari satu masjid kuno ini.

Nama masjid ini adalah Masjid Bayan Beleq yang merupakan sebuah masjid tua dan menyimpan begitu banyak sejarah.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Historia Channel lokasi masjid ini letaknya berada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: Makna Ukiran Daun Kluwih pada Mimbar Masjid Kotagede, Hadiah untuk Sultan Agung yang Terbuat dari Kayu Bertuah?

Keberadaan Masjid Bayan Beleq menunjukkan bahwa Lombok menjadi satu wilayah di Indonesia yang tidak hanya kaya akan budaya dan adat istiadat namun juga kaya akan situs sejarah.

Masjid Bayan Beleq disebut sebagai saksi bisu penyebaran agama islam di Lombok, khususnya di daerah Bayan Lombok.

Kini Masjid Bayan Beleq menjadi situs cagar budaya Nusantara yang dilindungi dan dipelihara oleh negara serta warga sekitarnya.

Tidak ada tahun pasti kapan masjid ini dibangun namun beberapa sumber sejarah menulis bahwa keberadaan masjid Bayan Beleq bisa dilihat dari sejarah kapan Islam masuk ke wilayah Lombok.

Baca Juga: Sisi Lain Masjid Kotagede Yogyakarta, Sejarah Unik Dalam Penentuan Kiblat dari Sunan Kalijaga Wali Songo, Aneh bin Ajaib!

Konon, Islam masuk ke wilayah Lombok pada abad ke 16, yang dibawa oleh seseorang dari Pulau Jawa.

Hal ini dibuktikan dari sejumlah kitab fikih, suluk dan lontar yang menjadi pedoman mereka.

Beberapa bukti sejarah itu mengatakan bahwa salah satu murid Sunan Kalijaga, yakni Sunan Kuning datang ke Lombok pada tahun 1640 untuk menyiarkan agama Islam.

Sunan Kuning kemudian menikah dengan putri kerajaan Parwa yang kemudian menimbulkan kekecewaan Raja Gowa.

Raja Gowa kemudian datang ke Lombok dan menduduki daerah itu pada tahun 1640 sehingga akibatnya Sunan Kuning lalu lari ke Desa Bayan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Historia Channel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X