Minggu, 19 Juli 2026

Makna Ukiran Daun Kluwih pada Mimbar Masjid Kotagede, Hadiah untuk Sultan Agung yang Terbuat dari Kayu Bertuah?

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Juli 2024 | 22:00 WIB
Ustadz Salim A Fillah sedang menjelaskan makan daun Kluwih pada mimbar Masjid Kotagede (Kolase tangkapan layar YouTube Salim A. Fillah)
Ustadz Salim A Fillah sedang menjelaskan makan daun Kluwih pada mimbar Masjid Kotagede (Kolase tangkapan layar YouTube Salim A. Fillah)

 

SketsaNusantara.id - Masjid Gedhe Mataram Kotagede atau yang lebih dikenal Masjid Kotagede, merupakan salah satu cagar budaya peninggalan kerajaan Mataram Islam.

Masjid yang berada di Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta ini menjadi titik awal penyebaran Islam di pusat Kerajaan Mataram Hindu.

Masjid Kotagede dibangun atas gagasan Sunan Kalijaga yang konon juga membuat konsep hingga masjid ini penuh makna simbolis.

Baca Juga: Kenapa Masjid Gede Mataram Kotagede Dikelilingi Air? Tempat Ibadah yang Dibangun Panembahan Senopati Ini Punya Filosofi Keren

Selain memiliki nilai arsitektur dan arkeologis, masjid Kotagede juga memiliki unsur bentuk masjid pada umumnya, di mana terdapat ruang utama, mihrab hingga mimbar.

Menariknya, mimbar Masjid Kotagede juga dipenuhi dengan ukiran dan lambang-lambang sarat makna.

Pada bagian atas mimbar, terdapat ornamen berbentuk seperti daun kluwih.

Baca Juga: Lokasi Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta, Peninggalan Kerajaan Mataram Islam Tertua dengan Berbagai Pesona Budayanya

Dikutip SketsaNusantara.id dari channel YouTube Salim A. Fillah, daun kluwih adalah lambang utama Mataram.

Kata Kluwih diambil dari luweh atau luwih yang artinya kaluwihan, yang bermakna segala kelebihan itu milik Allah SWT.

Di bagian bawah mimbar juga terdapat ornamen berbentuk singa di kanan kirinya yang sudah distilir dengan sempurna.

Baca Juga: Sejarah Pabrik Mesiu di Kotagede Dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono II yang Dimanfaatkan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa

Tak hanya itu, mimbar Masjid Kotagede juga konon dibuat dari kayu khusus yang diberikan oleh Adipati Palembang.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Dunia Masjid, YouTube Salim A. Fillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X