SketsaNusantara.id – Perang Jawa atau yang dikenal dengan Perang Diponegoro terjadi pada tahun 1825 – 1830.
Perang Jawa dikenal sebagai perang yang menelan jumlah korban yang sangat besar dan menewaskan ratusan ribu rakyat Jawa dan puluhan ribu dari Belanda.
Latar belakang terjadinya Perang Jawa adalah karena adanya campur tangan Belanda pada urusan kerajaan.
Pada saat itu, kerajaan sempat terlena akan kehidupannya yang mewah seperti kolonial hingga akhirnya tak memperdulikan rakyatnya.
Kronologi perang ini terjadi selama lima tahun dimulai dari tahun 1825 hingga 1830. Pada 20 Juli 1825, istana memerintahkan dua bupati yang memimpin pasukan Jawa-Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro.
Namun, Pangeran Diponegoro dengan pengikutnya berhasil lolos tetapi kediamannya di Tegalrejo dibakar.
Ia bergerak ke barat sampai ke Goa Selarong pada Dusun Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul. Lalu menjadikan goa tersebut sebagai markas besarnya.
Banyak kalangan yang terlibat pada Perang Jawa atau Perang Diponegoro yaitu dari petani sampai kaum priyayi. Mereka rela menyumbangkan barang-barang berharga hingga uang untuk berperang.
Dalam peperangan ini, Pangeran Diponegoro diketahui juga dibantu oleh seorang kyai yang bernama Kyai Mojo dan ia juga bekerja sama dengan I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdoyo Bupati dari Gagatan.
Ia bersama pasukannya berhasil menyerbu Tegalrejo dan menduduki Keraton Yogyakarta.
Dilansir dari YouTube Salim A. Fillah oleh SketsaNusantara.id, diketahui pada masa Perang Jawa, Pangeran Diponegoro memanfaatkan pabrik mesiu di Kotagede yang sudah ada pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Artikel Terkait
4 Fakta Suku Nyama Selam Pegayaman di Bali yang Punya Sistem Penamaan Unik, Warganya Banyak yang Bernama Ketut?
Pangeran Mas Sepuh, Salah Satu Wali Pitu dari Bali yang Kesaktiannya Gak Main-main: Bisa Berjalan di Atas Air?
Mengenal Habib Umar Maulana Yusuf Al Maghribi Sebagai Tokoh Penyebar Islam diĀ Bali, Salah Satu Penganut Sufi?
5 Murid Terkenal Sunan Kalijaga: Punya Kesaktian Luar Biasa Seperti Gurunya!
Pohon Keramat di Karimunjawa, Ditanam Anak Sunan Muria hingga Jadi Nama Bandara Jepara, Punya Khasiat Spiritual?
Keramat Pura Ratu Mas Sakti Bali, Kisah Tersembunyi Wujud Harmonisasi Hindu Islam yang Kini Ramai Peziarah dari Mancanegara
Nasi Kropokhan, Menu Khas Raja-raja Demak, Beda Sajian Raja dengan Rakyat Biasa