Minggu, 19 Juli 2026

Sejarah Pabrik Mesiu di Kotagede Dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono II yang Dimanfaatkan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Juli 2024 | 08:34 WIB
Ilustrasi: Pangeran Diponegoro (instagram @ndowialmukhoiri)
Ilustrasi: Pangeran Diponegoro (instagram @ndowialmukhoiri)

 

SketsaNusantara.id – Perang Jawa atau yang dikenal dengan Perang Diponegoro terjadi pada tahun 1825 – 1830.

Perang Jawa dikenal sebagai perang yang menelan jumlah korban yang sangat besar dan menewaskan ratusan ribu rakyat Jawa dan puluhan ribu dari Belanda.

Latar belakang terjadinya Perang Jawa adalah karena adanya campur tangan Belanda pada urusan kerajaan.

Baca Juga: Kisah Makam Keramat Raden Ayu Siti Khodijah: Pernah Difitnah karena Sering Keluarkan Asap Wangi, Kini Ramai Didatangi Peziarah

Pada saat itu, kerajaan sempat terlena akan kehidupannya yang mewah seperti kolonial hingga akhirnya tak memperdulikan rakyatnya.

Kronologi perang ini terjadi selama lima tahun dimulai dari tahun 1825 hingga 1830. Pada 20 Juli 1825, istana memerintahkan dua bupati yang memimpin pasukan Jawa-Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro.

Namun, Pangeran Diponegoro dengan pengikutnya berhasil lolos tetapi kediamannya di Tegalrejo dibakar.

Baca Juga: Kisah Syekh Siti Jenar yang Disebut sebagai Jelmaan Cacing dan 'Menguping Ilmu Rahasia dari Sunan Bonang ke Sunan Kalijaga

Ia bergerak ke barat sampai ke Goa Selarong pada Dusun Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul. Lalu menjadikan goa tersebut sebagai markas besarnya.

Banyak kalangan yang terlibat pada Perang Jawa atau Perang Diponegoro yaitu dari petani sampai kaum priyayi. Mereka rela menyumbangkan barang-barang berharga hingga uang untuk berperang.

Dalam peperangan ini, Pangeran Diponegoro diketahui juga dibantu oleh seorang kyai yang bernama Kyai Mojo dan ia juga bekerja sama dengan I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdoyo Bupati dari Gagatan.

Baca Juga: Misteri Kisah Habib Ali bin Abu Bakar Al Hamid dalam Dakwah Islamnya di Pulau Bali, Ternyata Kepercayaan Raja Klungkung?

Ia bersama pasukannya berhasil menyerbu Tegalrejo dan menduduki Keraton Yogyakarta.

Dilansir dari YouTube Salim A. Fillah oleh SketsaNusantara.id, diketahui pada masa Perang Jawa, Pangeran Diponegoro memanfaatkan pabrik mesiu di Kotagede yang sudah ada pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Salim A. Fillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X