Kamis, 4 Juni 2026

Keramat Pura Ratu Mas Sakti Bali, Kisah Tersembunyi Wujud Harmonisasi Hindu Islam yang Kini Ramai Peziarah dari Mancanegara

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Juli 2024 | 18:00 WIB
Pura Kramat Ratu Mas Sakti Bali. (Google Maps @iyan)
Pura Kramat Ratu Mas Sakti Bali. (Google Maps @iyan)

 

SketsaNusantara.id - Pulau Dewata adalah salah satu sebutan Pulau Bali.

Sebagian besar masyarakat di Bali punya ritual kepercayaan yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Bali dikenal sebagai tempat dengan berbagai pesona alam yang indah dan banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara, salah satunya Pura Ratu Mas Sakti.

Baca Juga: Siapa Habib Ali bin Umar Bafaqih? Ulama Syiar Agama Islam di Bali Ini Punya Kisah Masa Kecil yang Patut Diacungi Jempol

Pura Ratu Mas Sakti ini berlokasi di pesisir Pantai Seseh, Mengwi, Kabupaten Badung Bali yang konon dipercayai sebagai pura keramat.

Pura Ratu Mas Sakti merupakan wujud dari harmonisasi umat beragama Hindu Islam sebagai destinasi spiritual hingga kini.

Pura Ratu Mas Sakti ini juga merupakan makam dari Raden Amangkuningrat atau Pangeran Mas Sepuh.

Dillansir oleh SketsaNusantara.id dari Youtube Balicurlture Channel, inilah kisah dari asal Pura Keramat Ratu Mas Sakti yang difungsikan sebagai simbol harmonisai Hindu Islam.

Kisah ini bermula ketika Raja Mengwi mengunjungi daerah Blambangan Jawa Timur pada 400 tahun yang lalu.

Baca Juga: Pangeran Mas Sepuh, Salah Satu Wali Pitu dari Bali yang Kesaktiannya Gak Main-main: Bisa Berjalan di Atas Air?

Di Balmbangan, Raja Mengwi melangsungkan pernikahan dan memiliki seorang putra mahkota yang dinamai Raden Amangkuningrat yang dipercaya memiliki kesaktian. Setelah kelahiran sang putra, Raja Mengwi kembali ke Bali.

Semakin beranjak dewasa Raja Amangkuningrat bertanya kepada sang ibu kemana ayahnya karena tidak pernah muncul, kemudian sang ibu menjawab bila ayahnya adalah seorang Raja Mengwi.

Mendengar penjelasan sang ibu, Raden Amangkuningrat yang beragama Islam mencari sang ayah ke Mengwi dengan rombongan 40 kyai.

Karena kesaktiannya itu dalam perjalanan, Raden Amangkuningrat berserta rombongan dapat menempuhnya dengan berjalan di atas air yang konon juga diceritakan bila pernah sembahyang di atas air.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Balicurlture Channel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X