Namun setibanya di sana, ternyata Raja Mengwi ayahanda dari Raden Amangkuningrat ternyata sudah meninggal dan hanya bisa bertemu dengan ibu tirinya.
Sehingga timbulah kesalahpahaman yang memunculkan perintah bagi Raden Amangkuningrat untuk pergi ke Pantai Seseh. Namun saat menjalani perintah tersebut Raden Amangkuningrat meningal dunia.
Konon sebelum meninggal, Raden Amangkuningrat meminta kepada para pengikutnya untuk membuat makam dan meru atau merajan yang diletakkan sekitar 15 meter dari lokasi makam.
Kemudian meru atau merajan ini kemudian dinamakan Pura Ratu Mas Sakti. Seiring zaman banyak peziarah yang mengunjugi lokasi ini baik Hindu, Budha, maupun Islam.***
Artikel Terkait
Cari Pantai Biru yang Menyatu Sama Langit? Kunjungi Pantai Gunung Payung Bali, Punya 2 Akses Masuk
3 Perempuan Penguasa Nusantara yang Jarang Orang Tahu, Salah Satunya Membawa Majapahit Menaklukan Sumatera dan Bali Lewat Sumpah Palapa
Pelabuhan di Banyuwangi ini Punya Kapasitas Hingga 1200 Kendaraan, Punya View Menarik Hubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali
Mengenal Suku Nyama Selam di Bali yang Berdarah Majapahit, Mataram hingga Bugis, Punya Sistem Penamaan Unik!
Inilah Habib Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus, Wali Pitu yang Menyebarkan Ajaran Islam di Bali
The Kwan Lie Penyebar Agama Islam di Bali: Ternyata Murid dari Wali Songo Sunan Gunung Jati Cirebon