SketsaNusantara.id - Masjid Agung Demak menjadi salah satu masjid peninggalan kerajaan Islam yang dibangun oleh Wali Songo.
Masjid ini dibangun pada abad ke-15 di bawah pemerintahan Raden Patah, raja pertama Kerajaan Demak.
Masjid Agung Demak memiliki bentuk bangunan yang khas hingga menjadi karateristik masjid-masjid peninggalan Kerajaan Islam.
Baca Juga: Bukan Bulan Sabit, Inilah Makna Mahkota Atap Masjid Agung Surakarta yang Dulu Berlapis Emas
Salah satunya adalah empat tiang utama yang digunakan sebagai penyangga yang disebut Saka guru atau Soko guru.
Keempat tiang utama tersebut dibuat masing-masing oleh Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga.
Dari keempat tiang tersebut, Saka Guru buatan Sunan Kalijaga-lah yang paling unik dan menyimpan kisah menarik.
Dikutip dari situs Pariwisata Kabupaten Demak, tiang buatan Sunan Kalijaga sering disebut Saka Tatal atau Soko Tatal.
Saka guru itu konon dibuat dari serpihan-serpihan kayu yang dipadatkan, namun ada juga yang menyebutkan dipasak dan diikat menjadi tiang besar menggunakan perekat damar.
Kisah lain menyebutkan bahwa kayu yang digunakan Sunan Kalijaga berasal dari sebuah hutan jati di Wonogiri bernama Donoloyo.
Berdasarkan situs Pusat Informasi Pariwisata Wonogiri, pohon jati di hutan tersebut ditanam oleh salah seorang laskar Majapahit sebagai bahan bangunan kerajaan.
Artikel Terkait
Makna 3 Atap Masjid Agung Tertua Peninggalan Islam di Nusantara, Bukti Warisan Hubungan Politik Jawa dan Cina
6 Pintu Pendek di Masjid Agung Banten yang Dibangun atas Bantuan Arsitek Mongolia, Simbol yang Meruntuhkan Semua Keangkuhan Manusia
Fakta di Balik Mitos 7 Kali Berkunjung ke Masjid Demak Disamakan dengan Naik Haji ke Tanah Suci, Ternyata Gara-Gara Kolonial Belanda
Soko Tatal Ajaib Cuma Milik Sunan Kalijaga, Kok Bisa? Buah Tangan Wali Songo Untuk Masjid Agung Demak Ternyata...
Bukan Sekadar Tempat Beribadah Umat Muslim, 10 Masjid Ini Jadi Destinasi Wisata karena Arsitekturnya yang Unik
Jejak Sunan Kalijaga dalam Tarian Sakral Pusaka Mataram Islam, Kisah Cinta Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati
Bukan Bulan Sabit, Inilah Makna Mahkota Atap Masjid Agung Surakarta yang Dulu Berlapis Emas