Di Desa Bayan inilah kemudian ia mengembangkan ajaran yang hingga saat ini masih bertahan di sebagian kecil masyarakat Lombok yakni aliran Wetu Telu.
Masjid Bayan Beleq sendiri saat ini menjadi salah satu ikon wisata religi di Lombok dengan segala keunikan yang dimilikinya.
Dimana masjid ini memiliki ukuran yang tak begitu luas, hanya 9 x 9 meter persegi dengan dindingnya rendah dan terbuat dari anyaman bambu dengan kubah berbentuk tumpang yang tersusun rapi.
Kubah tak biasa ini dikenal dengan istilah Dayan Gunung atau atap santek dengan lantai tanah.
Konstruksi masjid terdiri dari tiga bagian yakni kepala, badan dan kaki dimana ketiganya memiliki filosofi tersendiri.
Bagian kepala menggambarkan dunia atas atas, bagian badan menggambarkan dunia tengah dan bagian kaki menggambarkan dunia bawah.
Tiga bagian masjid itu menggambarkan satu kesatuan kosmos masyarakat Lombok pada umumnya.
Masjid Bayan Beleq memiliki keunikan lain dimana empat tiang soko merupakan balok kayu nangka yang rupanya berasal dari empat desa yang berbeda.
Empat tiang soko guru tersebut berasal dari :
• Tiang sebelah Tenggara, berasal dari Bilokpetung Lombok timur
• Tiang sebelah Timur Laut, berasal dari Desa Trengan
• Tiang sebelah Barat Laut, berasal dari Desa Senaru
• Tuang sebelah Barat Daya berasal dari Daerah Sukadana
Artikel Terkait
Asal-usul Beduk di Masjid, Ternyata Bukan Alat Pemanggil untuk Sholat dan KH Hasyim Asy'ari Pernah Tidak Menyetujuinya
Apa Saja Hasil Karya Sunan Kudus? Masjid Menara Kudus Jadi Salah Satu Karya Agung yang Masih Terjaga hingga Sekarang
Peninggalan Sunan Ampel Ini Punya Nilai Historis Tinggi, Intip Keindahan Masjid Jami' Peneleh Surabaya yang Sarat Makna Islami
Mengulik Kisah Berdirinya Masjid Rahmat Warisan Sunan Ampel, Surau Tertua Cikal Bakal Penyebaran Islam di Surabaya
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
3 Kisah Unik Masjid Gholo di Klaten, Dibangun Murid Sunan Kalijaga, Suara Adzannya Bisa Terdengar Sampai Demak?
Lokasi Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta, Peninggalan Kerajaan Mataram Islam Tertua dengan Berbagai Pesona Budayanya