SketsaNusantara.id - Masjid Agung Demak di Jawa Tengah merupakan salah satu peninggalan Wali Songo yang ternyata menyimpan benda pusaka nasional.
Masjid yang dibangun sekitar tahun 1470 ini merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam tertua di bumi Nusantara.
Dengan usianya yang sangat panjang, bangunannya tetap kokoh berdiri hingga zaman sekarang.
Menurut cerita lisan yang berkembang dalam tradisi masyarakat setempat, Masjid Agung Demak dibangun dalam waktu hanya semalam.
Menariknya, ada satu bagian dari Masjid Agung Demak yang dianggap sebagoi benda pusaka nasional.
Dikutip SketsaNusantara.id dari buku Wali Berandal Tanah Jawa yang ditulis George Quinn terbitan KPG tahun 2021, benda ini mencerminkan semboyan resmi Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.
Seorang pejuang kemerdekaan bernama R. Atmodarminto bahkan menyebutnya sebagai benda pusaka nasional yang mengandung itikad dan semboyan rohani.
Lalu, benda apa yang dimaksud?
Benda itu adalah saka tatal, saka guru, alias tiang masjid yang dahulu dibuat Sunan Kalijaga dari potongan dan sempalan kayu yang berserakan di lokasi pembangunan.
Sunan Kalijaga memakai bahan-bahan itu sebagai tiang Masjid Agung Demak ketika tidak punya cukup waktu mencari pohon.
Awalnya, 4 anggota Wali Songo ditugaskan mencari batang kayu untuk dijadikan tiang penyangga masjid.
Artikel Terkait
KH Abdul Ghofur Lamongan: Bukti Nyata Pondok Wali Songo Kini Hadir dengan Fasilitas Lengkap, Sudah Berusia 600 Tahun?
4 Wirid Amalan Wali Songo dan Diamalkan Sejumlah Pejuang Islam, Bacaan Pertama Dikenal dengan Doa Nabi Yunus
Amalan Tradisi Wali Songo untuk Panjang Umur, Rezeki Berlimpah, dan Keselamatan dari Kyai Muchtar Mu’ti
Siapa Kyai Sadrach? Kisah Kyai Kristen atau Penginjli di Tanah Jawa, Bukan Wali Songo tapi Disebut Sunan Kalijaga Versi...
Bukan Wali Songo! Ada 3 Teori Sejarah Masuknya Agama Islam ke Wilayah Nusantara, Mana yang Benar?