Jumat, 19 Juni 2026

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB
Mukani (SketsaNusantara.id)
Mukani (SketsaNusantara.id)

Publikasi Ilmiah

Mutu guru dan dosen merupakan instrumen terpenting dalam meneropong kualitas pendidikan di negeri ini. Keduanya merupakan profesi mulia yang berkait erat dengan dunia akademis. Kebajikan dan nilai-nilai luhur selalu dibelajarkan kepada peserta didik.

Menyandang gelar pendidik, menurut Aria Djatmiko (2014), berarti menyerahkan seluruh hidupnya demi keilmuan dan kebenaran. Gelar akademik yang disandang mengidentifikasi sebagai knowledge producer, bukan knowledge consumer. Kehormatannya diukur dari besarnya produk keilmuan. Dia yang terdepan dalam menjaga kemuliaan bangsanya.

Menulis buku bagi kalangan guru dan dosen sebenarnya bukan hal sulit. Hanya diperlukan kemauan dan langkah konkrit untuk mewujudkannya. Jika ini bisa dilakukan secara kontinyu, menulis akan menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan bagi keduanya.

Baca Juga: Kemenag Kota Blitar Gelar Workshop, Tantang Guru Terbitkan Buku

Produktifitas dalam menerbitkan karya berbentuk buku juga sebagai manifestasi sebuah atmosfer akademik. Sebagai profesi yang fungsional, guru dan dosen sudah seharusnya melakukan publikasi ilmiah sebagai indikator nyata yang terukur untuk menilai kinerjanya. Jadi bukan sekedar kewajiban mengumpulkan poin melalui kegiatan menulis buku. 

Pada konteks ini, dipandang perlu diadakan revisi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Upaya ini sebagai bentuk nyata mendukung langkah konkrit untuk meningkatkan produktivitas kalangan akademisi, terutama guru dan dosen, agar berkesinambungan menghasilkan karya literasi, terutama buku.

Baca Juga: Perahu Literasi BRI Peduli Hadir di Tolitoli, Jawab Keterbatasan Pendidikan di Wilayah Pesisir Terluar Indonesia

Pemerintah juga diharapkan peran keberpihakannya untuk makin memajukan dunia literasi bagi kemajuan pendidikan. Tidak hanya menyediakan infrastruktur, namun tradisi literasi juga harus dibentuk, dibangun dan dirawat secara berkesinambungan. Guru dan dosen yang mampu mempublikasikan buku bermutu perlu terus diapresiasi.

Ini karena perjuangan guru dan dosen dalam literasi bukan urusan materi. Namun lebih kepada sumbangsih bagi pengembangan sains untuk membangun peradaban bangsa melalui kepenulisan buku bermutu. Terutama dalam mencerdaskan anak bangsa lewat pendidikan sebagai amanat konstitusi negara.***

*Penulis Buku Profesional Skema Nonfiksi Badan Standar Nasional Profesi (BNSP) RI

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB
X