SketsaNusantara.id - Upaya memajukan pendidikan sering dimulai dari langkah yang tampak sederhana. Salah satu langkah itu adalah menghadirkan ekosistem pembelajaran yang memungkinkan guru menjalankan tugas mulianya dengan lebih efektif.
Pemerintah melalui berbagai program digitalisasi pendidikan telah memperlihatkan perhatian yang sungguh nyata bagi guru dan tenaga kependidikan. Tidak hanya dengan wacana dan arahan. Tetapi juga melalui penyediaan perangkat pembelajaran interaktif yang dirancang untuk membantu guru. Tujuannya agar semakin mudah mengembangkan proses belajar yang lebih menarik bagi murid.
Dukungan pemerintah hadir melalui perangkat pembelajaran Interactive Flat Panel (IFP) yang diberikan kepada satuan pendidikan di berbagai daerah.
Perangkat ini bukan sekadar layar besar yang ditempatkan di ruang kelas. Dalam spesifikasinya terdapat kemampuan yang sangat memadai untuk mendukung kegiatan belajar berbasis teknologi. Setiap unit memiliki layar 75 inci yang jernih dan responsif. Perangkat ini dilengkapi RAM enam belas gigabita dan penyimpanan internal dua ratus lima puluh enam gigabita.
Sistem operasinya menggunakan Android terbaru yang membuatnya mampu menjalankan berbagai aplikasi pembelajaran dengan lancar. Fitur konektivitasnya juga sangat lengkap. Perangkat ini mendukung Wifi enam, LAN, Bluetooth dan memiliki beragam jenis port seperti USB tipe A, B, C serta HDMI. Kelengkapan yang diberikan pun tidak sekadarnya. Setiap perangkat dilengkapi standing bracket dua buah pena stylus serta kabel bawaan dan seluruhnya dilindungi garansi selama tiga tahun. Pemerintah juga menyediakan dokumen petunjuk lengkap berupa SOP penerimaan barang untuk memastikan perangkat betul betul bisa digunakan sejak hari pertama tiba di sekolah.
Semua spesifikasi ini bukan untuk sekadar memperlihatkan keunggulan teknologi. Esensi utama dari penyediaan perangkat ini adalah memberikan fasilitas yang benar benar dapat dipakai guru untuk menghidupkan pembelajaran.
Pemerintah memahami bahwa perangkat yang canggih hanya akan menjadi beban bila tidak digunakan dengan tepat. Karena itu, kegiatan bimbingan teknis dirancang agar guru dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan perangkat tersebut sesuai kebutuhan pembelajaran masing-masing. Inilah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan. Guru tidak dibiarkan berjalan sendiri dalam proses transformasi digital. Tetapi didampingi melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Guru-guru yang ditugaskan mengikuti bimbingan teknis dari berbagai daerah belajar memahami kebijakan digitalisasi pembelajaran serta praktik pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar. Pemateri yang berkompeten hadir menjelaskan pentingnya kesiapan satuan pendidikan untuk mengadopsi pembelajaran digital secara bertahap dan terukur. Materi mulai dari pendampingan pengawasan pemanfaatan perangkat hingga penerapan strategi pembelajaran yang lebih mendalam.
Semua itu menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menghadirkan landasan kuat dalam proses digitalisasi pendidikan.
Baca Juga: Akses Kesehatan Gratis dan Insentif Guru Ngaji Jadi Prioritas Utama Layanan Publik Jember ​
Artikel Terkait
Guru, Buku dan Peradaban