Bagaimana dengan calon Koperasi Merah Putih?
Konsep Koperasi Merah Putih, yang kabarnya akan mendapatkan hibah dari negara mencapai miliaran rupiah, seharusnya perlu diujikan terlebih dahulu. Hari ini, ketika kita melihat berbagai pemberitaan mengenai Koperasi Merah Putih, banyak hal yang janggal, mulai dari konsep penataan kelembagaannya, sumber daya manusia yang akan mengisinya, serta persoalan moral yang sedari awal akan dibangun oleh kepala desa dan calon pengurusnya yang bernuansa proyek.
Bagi kita yang sudah pernah mendirikan koperasi, persoalan mendasar yang harus dibangun dalam pendirian adalah kesadaran dari semua anggotanya untuk sevisi misi guna mencapai tujuan bersama.
Bangunan kelembagaan koperasi harus diinisiasi berdasarkan kerelaan dan bertanggung jawab, tidak dalam nuansa proyek. Seperti halnya Mohammad Yunus mendirikan Grameen Bank di Bangladesh, di mana penguatan kelembagaan dilakukan terlebih dahulu.
Mental dan moral calon pengurusnya harus ditata dengan baik. Dengan apa? Dengan pendidikan dan pendampingan yang baik. Ciptakanlah parameter dan indikator yang harus dipenuhi sebagai syarat sebuah desa dapat mendirikan Koperasi Merah Putih.***
*Penulis adalah Pegiat Koperasi dan Pendiri Koperasi Putra Bangsa Merdeka
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kompi Yusuf Hasyim dan Pertempuran di Nglaban
Buya Hamka dan Pengamatannya Tentang Islam di Madura
Buya Hamka dan Pengamatannya Tentang Islam di Madura (Bagian 2)
Ketupat, Lebaran dan Petasan
Asal Usul Desa Mlorah di Nganjuk