"Pemicu stunting ini sangat beragam, bisa karena faktor ekonomi ataupun perilaku anak yang sulit makan. Oleh karena itu, selain memberikan stimulan fisik, kami juga mengedukasi para ibu mengenai teknik penyusunan variasi menu bergizi seimbang untuk memicu nafsu makan anak," urai Machus Rovida.
Baca Juga: Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Dia menambahkan bahwa pemulihan terhadap 245 balita ini merupakan program berkelanjutan yang tidak bisa instan. Seluruh perkembangan anak-anak tersebut akan dipantau secara ketat setiap bulan melalui integrasi layanan di Posyandu setempat.
Melalui gerakan masif ini, Puskesmas Jelbuk optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Jember sekaligus menjamin hak tumbuh kembang anak secara optimal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang
Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem
Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Pemkab Jember Gelar OSMA di JSG, Warga Bisa Olahraga Sore Sekaligus Donor Darah, Cek Kesehatan dan Nikmati UMKM
Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Pemkab Jember Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak Daerah
Anggaran Revitalisasi Sekolah Bertambah Rp16 Triliun, Politisi Golkar Purnamasidi Dorong Pemkab Jember Segera Tangkap Momentum
Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan
Pemkab Jember Petakan Wilayah Krisis Air, Mulai Distribusikan Bantuan ke Desa-Desa