Rabu, 15 Juli 2026

Jemput Bola, Puskesmas Ambulu Jember Datangi Lansia Sebatang Kara yang Enggan Berobat

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 15 Juli 2026 | 18:20 WIB
Proses pemeriksaan nakes di Kecamatan Ambulu. (Dok Pemkab Jember)
Proses pemeriksaan nakes di Kecamatan Ambulu. (Dok Pemkab Jember)

 

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Puskesmas Ambulu terus menggenjot pemetaan dan penuntasan masalah kesehatan warga.

Salah satu fokus utama saat ini adalah mengatasi hambatan sosial-psikologis yang membuat sebagian warga miskin dan lanjut usia enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Ambulu, Widiarti, membeberkan bahwa faktor psikologis seperti rasa sungkan, keterbatasan fisik, hingga ketiadaan keluarga yang mendampingi menjadi pemicu utama para lansia sebatang kara memilih pasrah menahan sakit di rumah mereka.

Baca Juga: Pemkab Jember Petakan Wilayah Krisis Air, Mulai Distribusikan Bantuan ke Desa-Desa

"Ketiadaan kerabat yang mengantar membuat penanganan medis luar ruangan sering kali terlambat," ungkapnya.

Salah satu contoh kasus terjadi di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu. Seorang lansia yang menderita stroke berat dilaporkan kesulitan mendapatkan pemeriksaan berkala karena kondisi fisiknya yang lumpuh dan hidup tanpa sanak saudara.

"Menyikapi fenomena tersebut, kami tidak bisa hanya berdiam diri menunggu di puskesmas," tegasnya.

Baca Juga: Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan

Sebagai langkah konkret yang humanis, Puskesmas Ambulu mengoptimalkan program kunjungan rumah secara berkala dengan menerjunkan tim dokter, perawat, serta bidan desa langsung ke tempat tinggal warga yang membutuhkan.

Dalam aksi jemput bola ini, petugas tidak sekadar melakukan pemeriksaan fisik dan membagikan obat-obatan gratis, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis agar para lansia merasa diperhatikan.

Guna memperluas jangkauan program, pihak Puskesmas juga mengajak perangkat desa, pengurus RT/RW, hingga tetangga sekitar untuk proaktif melaporkan jika melihat ada warga sakit yang hidup sendiri agar bisa segera dievakuasi medis.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

 

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X