Ia menyatakan bahwa ia pernah mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah melakukan pelecehan kepada Sayidina Ali Bin Abi Thalib merupakan fitnah sangat kejam.
Bantahan selanjutnya terkait tuduhan bahwa ia telah mengajak santrinya menonton video tak senonoh dengan dalih bahwa Imam Ash Shafi'i Radhiyallahu Anhu juga akan melakukan hal yang sama jika masih hidup merupakan tuduhan kejam selanjutnya.
"Nauzubillahi min dzalik, itu adalah fitnah dan dusta yang sangat kejam yang melukai kita sebagai muslim
Tuduhan yang beredar di media sosial tersebut, SAM menyatakan dengan tegas bahwa hal tersebut adalah fitnah keji.
Ia merasa tuduhan pelecehan seksual tersebut sengaja dihembuskan untuk membunuh karakter dan merusak reputasinya sebagai seorang pendakwah.
SAM menegaskan orang-orang yang saat ini mengaku mengenalnya dan mengetahui karakternya merupakan orang-orang yang sama sekali tak ia kenal.
Untuk itu, SAM juga menyayangkan bahwa ada beberapa dari dai tanah air yang ikut-ikutan menyerang dirinya tanpa mencoba tabayyun kepadanya meski mereka memiliki kontaknya.
Menutup pernyataannya, SAM meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati jika menerima suatu berita yang menurutnya belum tentu benar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Siapa Rektor Universitas Indonesia? Buntut Kasus Pelecehan Seksual Oleh Mahasiswa Fakultas Hukum UI, Rektor Akan Dipanggil Komisi X DPR RI
Geger Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UNEJ, Terungkap Kebiasaan Pelaku Simpan Foto Tak Senonoh, Korbannya Lebih dari 1?
Ketua DPR Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas Kasus Pelecehan Seksual di Kampus UI dan ITB
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember Terungkap, Berawal dari Galeri Tersembunyi
Fakultas Hukum UNEJ Siap Beri Sanksi Tegas kepada Mahasiswa yang Diduga Melakukan Pelecehan Seksual