SketsaNusantara.id - Perang Bubat merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia.
Peristiwa ini melibatkan konflik antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda yang terjadi di Pulau Jawa pada abad ke-14.
Namun, ada perdebatan mengenai apakah Perang Bubat benar-benar terjadi atau hanya sebuah dongeng yang katanya hanyalah karangan bohong Belanda.
Kerajaan Majapahit berpusat di Jawa Timur yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dan termasuk salah satu kekuatan dominan di Nusantara pada masa kejayaannya.
Sementara itu, Kerajaan Sunda, yang terletak di bagian barat pulau Jawa, merupakan salah satu kerajaan penting di wilayah tersebut yang dipimpin oleh Raja Sunda, salah satunya adalah Raja Linggabuana.
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku "A History of Modern Indonesia Since 1200" karya Ricklefs, M. C. yang terbit tahun 2008, Perang Bubat menurut catatan sejarah terjadi pada tahun 1357.
Perang Bubat ini berawal ketika Raja Majapahit yakni Hayam Wuruk berniat untuk menikahi Dyah Pitaloka yang merupakan putri Raja Linggabuana dari Kerajaan Sunda.
Namun, hubungan kedua kerajaan memanas ketika diketahui pernikahan terjadi karena ambisi Patih Gajah Mada untuk menakukkan seluruh kerajaan di Nusantara.
Konon, Gajah Mada meminta agar pernikahan Raja Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka diartikan sebagai takluknya Kerajaan Sunda terhadap Majapahit.
Baca Juga: Selamat Haornas! Inilah 5 Olahraga Khas Kerajaan Majapahit, Ada yang Sudah Punah
Permintaan tersebut lantas ditolak oleh Kerajaan Sunda sehingga meningkatkan ketegangan antara kedua kerajaan dan terjadi pertempuran sengit di wilayah Bubat, Trowulan yang hingga saat ini dikenal sebagai Perang Bubat.