Dikutip dari laman resmi Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, pada tanggal 1 Mei 1886, sebanyak 400 ribu buruh di Amerika Serikat melakukan aksi unjuk rasa menuntut jam kerja 8 jam per hari.
Aksi ini dilakukan dibeberapa kota besar lainnya, termausk di Chicago.
40.000 Orang berunjuk rasa dan melakukan pemogokan di Chicago.
Awalnya aksi ini berjalan baik tanpa adanya kekerasan, namun kemudian terjadi bentrok antara massa dengan aparat.
Chaos yang terjadi di McCormick Harvesting Machine Company membuat aparat beraksi yang berujung pada aksi penembakan peserta demonstrasi.
Dalam insiden tersebut, 2 orang dilaporkan tewas.
Selanjutnya pada 4 Mei, polisi berusaha membubarkan massa yang menggelar aksi di Haymarts Square Chicago.
Namun tiba-tiba sebuah bom melayang ke arah polisi yang menyebabkan korban 11 korban jiwa, 4 dari warga sipil dan 7 lainnya merupakat aparat.
7 Pelaku yang dalam aksi tersebut ditangkap dan diadili dengan dijatuhi hukuman mati.
3 Tahun setelah tragedi tersebut, The Second International, organisasi untuk para pekerja dan sosialis menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!