Kamis, 4 Juni 2026

Membaca Jember Lewat Dinding Sejarah NV LMOD: Kisah Perkebunan, Perjalanan Bisnis, dan Jejak George Birnie dalam Kepingan Masa

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 8 April 2025 | 21:30 WIB
Potret George Birnie sekeluarga (posisi ada di tengah) (Dokumen arsip Sudut Kalisat)
Potret George Birnie sekeluarga (posisi ada di tengah) (Dokumen arsip Sudut Kalisat)

SketsaNusantara.id - Bangunan bersejarah peninggalan zaman Hindia-Belanda banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jember.

Dikenal sebagai Kota Tembakau, Jember memiliki sebuah bangunan yang berkaitan erat dengan julukan tersebut.

Namanya NV. Landbouw Maatsccappij Oud Djember atau sering disingkat LMOD. 

NV LMOD merupakan sebuah usaha yang didirikan oleh George Birnie bersama dua rekannya, Mr. C. Sandenberg Matthiesen dan van Gennep.

Baca Juga: Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern

Awal Mula Berdirinya NV LMOD

Dilansir SketsaNusantara.id dari penjelasan Youtube RZ Hakim, saat pertama kali tiba di Jember, George Birnie bekerja sebagai pegawai negeri Belanda di tanah jajahan sebagai controleur untuk administrasi internal.

Kinerjanya yang bagus membuat George Birnie cepat naik jabatan hingga ia dipercaya sebagai inspektur.

Pengalamannya sebagai inspektur di Jember menyebabkan George Birnie mengenal wilayah
ini terkait kualitas tanah, air, dan udaranya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Djemilah Birnie dan Salah Kaprah Pemaknaan yang Terlanjur Diamini dalam Perkembangan Asal Usul Sejarah Kabupaten Jember

George Bernie juga telah banyak mengunjungi perkebunan pemerintah. Ia juga menyadari bahwa banyak penduduk Jember hingga Besuki yang lihai dalam merawat tembakau bertangkai.

Hingga tercetus idenya untuk mencoba menanam tembakau Na Oogst untuk bahan cerutu.

Tepat di tanggal 21 Oktober 1859, George Birnie resmi mendirikan sebuah usaha bernama NV. Landbouw Maatsccappij Oud Djember (NV LMOD) bersama Mr. C. Sandenberg Matthiesen dan van Gennep.

Tiga tahun pertama bisnisnya berjalan dengan mengalami kerugian, tepatnya di tahun 1859, 1860, dan 1861.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube RZ Hakim

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X