Kamis, 4 Juni 2026

Membaca Jember Lewat Dinding Sejarah NV LMOD: Kisah Perkebunan, Perjalanan Bisnis, dan Jejak George Birnie dalam Kepingan Masa

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 8 April 2025 | 21:30 WIB
Potret George Birnie sekeluarga (posisi ada di tengah) (Dokumen arsip Sudut Kalisat)
Potret George Birnie sekeluarga (posisi ada di tengah) (Dokumen arsip Sudut Kalisat)

Baca Juga: Makam Djemilah Birnie, Pribumi yang Dinikahi oleh Saudagar Kaya Belanda, Jadi Asal-usul Nama Jember?

Di masa krisis tersebut, Birnie tak menyerah. Ia mencoba produksi tanaman lain, seperti kopi dan gula.

Hingga akhirnya usaha Birnie mempertahankan bisnisnya mulai membuahkan hasil.

Bisnisnya ini mulai berkembang bersamaan dengan perkembangan kapitalisme
di Eropa.

Ketika terjadi perang antara Prancis-Prusia atau Prancis-Jerman. Deutsch-Französischer Krieg di tahun 1870, harga tembakau dunia naik sedemikian rupa. Hal ini membuat usaha Birnie maju.

Baca Juga: Lestarikan Budaya, Festival Pegon Masih Diminati Warga Jember Selatan

Bahkan perusahaan- perusahaan lama maupun baru yang tak kuat bertahan, ditawarkan pada George Birnie.

Budaya tanam tembakau di Jember semakin meningkat pula. Kemajuan ini menyebabkan Jember dijadikan ruang migrasi bagi orang-orang luar Jember yang mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak.

Hingga di tahun 1880 - 1890, perusahaan hasil rintisan Birnie membangun jalan sepanjang 140 km.

Jalan ini menghubungkan kantor pusat NV. Landbouw Maatsccappij Oud Djember di distrik Jember dengan kebun-kebunnya yang terletak di distrik Mayang, Gambirono, Wuluhan, Puger, hingga Tanggul.

Baca Juga: Andien Aisyah dan Jejak Masa Kecilnya di Kampung Bromo Kalisat, dari Desa Kecil di Jember hingga Panggung Jazz Dunia

Tak hanya itu saja, beridiri pula jembatan-jembatan baru irigasi, bangunan-bangunan baru, rumah-rumah dengan arsitektur yang semakin kokoh, pembangunan pasar-pasar di setiap distrik, hingga perintisan jalur kereta api.

Adanya transportasi kereta api ini semakin mempermudah proses pengiriman hasil perkebunan dari Jember dan Bondowoso menuju Pelabuhan Panarukan, untuk dikirimkan ke Eropa.

Usaha Birnie semakin jaya. Di masa kejayaannya, Birnie mulai bisa meninggalkan usahanya dan kembali ke Belanda dengan tetap memegang kendali perusahaannya.

Baca Juga: Waton Tak Pernah Padam! Demi Cagar Budaya Jember, Parade Pegon dan Kenduren Khidmat Tetap Terlaksana di Tengah Minimnya Anggaran

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube RZ Hakim

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X