SketsaNusantara.id - Satu per satu Pegon memasuki jalanan aspal dekat Pantai Watu Ulo pada Senin, 7 April 2025 sore.
Setiap Pegon yang melintas ditunggangi beberapa orang dengan jumlah beragam.
Ada yang hanya tiga sampai empat orang, ada yang hanya bedua, bahkan ada juga yang sampai penuh, yakni sekitar 10 orang.
Baca Juga: Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?
Setiap orang tampak semringah, baik yang menaiki Pegon maupun para penonton.
Tampilan Pegon pun bervariasi, tak sedikit yang disulap menjadi menarik dengan berbagai aksesoris hingga sound system dengan lagu rancak.
Seperti kita tahu, Festival Pegon ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar di Pantai Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Tepatnya, pada H+7 Lebaran atau pada Hari Raya Ketupat.
Dengan menaiki Pegon, warga Ambulu dan sekitarnya berduyun-duyun pergi ke pantai untuk menikmati laut sambil menyantap hidangan ketupat dan opor ayam, dan tradisi itu tetap dijaga hingga saat ini.
Riono Hadi, Kades Sumberejo, menyatakan bahwa ada sebanyak 34 Pegon yang berpartisipasi.
"Tak hanya dari Kecamatan Ambulu, tetapi juga berasal dari Kecamatan sekitar Ambulu," terangnya.
Namun, jumlah partisipan lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern
Asal-Usul Jembatan Paling Unik di Jember, Dulu Hutan Kini Disulap Jadi Tempat Terindah Saat Mode Malam! Sempat Cuma Bisa Dilewati Sepeda?
Muncul Tahun 1976, Dulu Ada Kota Jember? Cek Fakta, Ada 3 Kecamatan yang Sempat Belum Jadi Bagian Wilayah dari Kabupaten
Cegah Mafia Pupuk, Bupati Jember Gus Fawait Bakal Bikin Tim Pengawas
Waton Tak Pernah Padam! Demi Cagar Budaya Jember, Parade Pegon dan Kenduren Khidmat Tetap Terlaksana di Tengah Minimnya Anggaran
Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?